Menilik Tradisi Megibung saat Bulan Ramadhan di Bali

Menilik Tradisi Megibung saat Bulan Ramadhan di Bali

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadhan, masyarakat Muslim di Bali tetap menjaga dan melestarikan tradisi kebersamaan yang dikenal sebagai Megibung. Tradisi makan bersama dalam satu wadah besar ini telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Bali, khususnya di wilayah Karangasem.

Megibung sendiri berasal dari budaya masyarakat Bali yang telah berlangsung sejak masa Kerajaan Karangasem. Dalam praktiknya, beberapa orang duduk melingkar dan menyantap hidangan bersama dari satu nampan atau wadah besar. Nilai yang dijunjung dalam tradisi ini adalah kebersamaan, kesetaraan, serta mempererat tali persaudaraan tanpa memandang latar belakang sosial.

Saat bulan Ramadhan, tradisi Megibung biasanya dilakukan ketika waktu berbuka puasa tiba. Momen ini tidak hanya menjadi ajang menikmati hidangan, tetapi juga memperkuat silaturahmi antarwarga. Kebersamaan yang tercipta mencerminkan harmoni antara nilai-nilai keislaman dan budaya lokal Bali.

Keberadaan Megibung di bulan Ramadhan menjadi bukti bahwa keberagaman budaya dan agama di Bali dapat berjalan berdampingan secara harmonis. Tradisi ini sekaligus mempertegas bahwa semangat gotong royong dan toleransi tetap hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Komentar

Terkini