Kota Semarang Dipimpin Agustina-Iswar, Akses Pendidikan Terbuka Lebar dan Ijazah Tertahan Akhirnya Kembali ke Pemiliknya

Kota Semarang Dipimpin Agustina-Iswar, Akses Pendidikan Terbuka Lebar dan Ijazah Tertahan Akhirnya Kembali ke Pemiliknya

"Anak-anak Semarang itu kreatif dan berbakat. Tugas kami adalah menyediakan wadah agar mereka bisa berkembang dan bersinar. Jangan sampai bakat mereka terpendam karena tidak ada ajang," kata Agustina.

Sinergi dengan Pilar Pembangunan Lainnya

Program Semarang Cerdas tidak berdiri sendiri. Ia bersinergi erat dengan empat pilar lainnya. Transformasi birokrasi berbasis merit yang bersih dari korupsi, gratifikasi, dan pungli—yang dibuktikan dengan Penghargaan Manajemen Talenta dari BKN pada Januari 2026—menjadi fondasi bagi lahirnya kebijakan pendidikan yang tepat sasaran. Aplikasi pelayanan publik terpadu mendukung kemudahan akses layanan pendidikan bagi warga.

Semarang Sehat dengan program penanganan stunting memastikan anak-anak tumbuh dengan gizi cukup, siap menyerap pelajaran. Semarang Makmur dengan penguatan ekonomi kerakyatan membuat orang tua memiliki penghasilan untuk menyekolahkan anak-anaknya—tercermin dari capaian pajak hiburan 106,38 persen dan pajak restoran 104,31 persen di tengah kebijakan efisiensi nasional. Semarang Tangguh dengan infrastruktur yang membaik memudahkan akses anak-anak menuju sekolah, termasuk penanganan banjir yang mengentaskan genangan seluas 230,98 hektare.

Target 2026: Makin Banyak Warga Tersentuh Layanan Pendidikan

Memasuki tahun kedua, pemerintah kota tak berpuas diri. Berbagai target telah disiapkan untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan:

· Perluasan program sekolah swasta gratis dari 129 menjadi 135 sekolah


Editor: Holy

Komentar

Terkini