Kota Semarang Dipimpin Agustina-Iswar, Akses Pendidikan Terbuka Lebar dan Ijazah Tertahan Akhirnya Kembali ke Pemiliknya

Kota Semarang Dipimpin Agustina-Iswar, Akses Pendidikan Terbuka Lebar dan Ijazah Tertahan Akhirnya Kembali ke Pemiliknya

NYALANUSANTARA, Semarang – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, dunia pendidikan di ibu kota Jawa Tengah mendapat perhatian serius. Bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi lebih dari itu: anak-anak dari keluarga miskin kini bisa sekolah tanpa terbebani biaya, ijazah yang tertahan bertahun-tahun akhirnya bisa diambil, dan guru-guru swasta mendapat bantuan operasional.

Program unggulan "Semarang Cerdas" menjadi salah satu fondasi penting dalam lima tagline pembangunan yang diusung pasangan Agustin-Iswar, Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh. Ke lima pilar ini dikolaborasi menjadi program kerja yang saling berkesinambungan, membentuk siklus transformasi berkelanjutan.

"Pendidikan adalah kunci masa depan. Kami ingin semua anak Semarang, siapa pun dia, dari keluarga mana pun, punya kesempatan yang sama untuk bersekolah dan berprestasi. Semarang Cerdas adalah wujud komitmen kami untuk tidak meninggalkan satu pun anak di kota ini," ujar Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Jumat (20/2).

Hasilnya pun terlihat nyata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang tahun 2025 mencapai angka 85,80 atau masuk kategori sangat tinggi, sekaligus menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah. Rata-rata Lama Sekolah warga Semarang berada di angka 11,11 tahun, menunjukkan bahwa akses pendidikan semakin terbuka lebar. Tingkat kepuasan warga terhadap kinerja Agustina-Iswar pun mencapai 83,6 persen berdasarkan Survei Litbang Kompas.

Beban SPP Tertunggak Dilunasi, Anak-anak Kini Bisa Tenang Belajar

Salah satu masalah klasik dalam dunia pendidikan adalah tunggakan SPP yang membuat anak-anak cemas dikeluarkan dari sekolah. Pemerintah kota turun tangan langsung menyelesaikan masalah ini.

Sepanjang 2025, pemerintah kota telah membayarkan SPP tertunggak sebanyak 122 anak dari 15 sekolah di Kota Semarang dengan total nilai Rp71.393.000. Mereka adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu yang selama ini terbebani utang sekolah.


Editor: Holy

Komentar

Terkini