Bareng Polda Jateng, 157 Tokoh Ormas se-Jawa Tengah Ikrar Jaga Kondusivitas selama Ramadan

Bareng Polda Jateng, 157 Tokoh Ormas se-Jawa Tengah Ikrar Jaga Kondusivitas selama Ramadan

NYALANUSANTARA, Semarang - Memasuki bulan Ramadan 2026, Polda Jateng mengambil langkah preventif dengan merangkul para tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Jawa Tengah dalam kegiatan Pembinaan Ormas dan Deklarasi Damai yang digelar di Hotel Plaza, Jl. Setiabudi, Srondol Kulon, Kota Semarang, Jumat (27/2/2026) sore.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Dirbinmas Polda Jateng Kombes Siti Rondhijah tersebut dihadiri 157 peserta dari 22 ormas tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan dialogis, menegaskan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas sosial dan keamanan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H.

Dalam sambutannya, Dirbinmas menegaskan bahwa peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan keterlibatan aktif para tokoh masyarakat, khususnya pimpinan ormas.

“Ormas memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dan aparat keamanan. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pembinaan, peserta menerima paparan dari sejumlah narasumber lintas fungsi. Pradhana Agung Nugraha, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah menyampaikan pentingnya sinergi kelembagaan ormas dalam menciptakan harkamtibmas.

Sementara itu, Ditintelkam Polda Jateng yang diwakili Kompol Muhammad Kholid selaku Kabag Analis Ditintelkam Polda Jateng memaparkan analisa, prediksi, serta rekomendasi menghadapi potensi kerawanan dan dinamika kamtibmas selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

Tak hanya pendekatan persuasif, Ditreskrimum Polda Jateng diwakili oleh AKBP Endro Wibowo (Kasubdit I Kamneg) juga mengingatkan bahwa Polri tetap akan bertindak tegas terhadap oknum ormas yang melakukan pelanggaran hukum. Pesan ini menjadi penegasan bahwa sinergi berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan hukum yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Dirbinmas mengajak seluruh ormas untuk menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjaga harmoni, mencegah kesalahpahaman maupun gesekan antar kelompok, serta aktif mengedukasi anggotanya agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban seperti penjualan miras ilegal, pembuatan petasan, perang sarung, hingga balap liar yang kerap marak menjelang sahur.

Selain itu, para pimpinan ormas juga diimbau untuk berkoordinasi dengan kepolisian apabila menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan massa, sebagai langkah antisipasi guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebagai simbol komitmen bersama, seluruh peserta mengikuti pembacaan deklarasi damai yang dipimpin langsung oleh Dirbinmas, dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi oleh perwakilan ormas yang hadir.

Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen moral sekaligus tanggung jawab sosial seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Jawa Tengah tetap aman dan damai.

Menanggapi kegiatan ini, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Artanto menyampaikan apresiasi atas komitmen yang ditunjukkan para pimpinan ormas. Deklarasi damai ini disebutnya sebagai wujud kedewasaan dan tanggung jawab sosial para tokoh ormas di Jawa Tengah.

Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada seremoni deklarasi semata, namun terus diwujudkan dalam langkah nyata di lapangan demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

"Momentum Ramadan harus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, bukan sebaliknya. Dengan komunikasi yang baik dan sinergi yang terjaga, kami optimistis situasi kamtibmas di Jawa Tengah akan tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.


Editor: Holy

Komentar

Terkini