Hadapi Dinamika Global, Pemerintah Terapkan WFH dan Berpotensi Hemat Rp130,2 T

Hadapi Dinamika Global, Pemerintah Terapkan WFH dan Berpotensi Hemat Rp130,2 T

NYALANUSANTARA, Jakarta– Pemerintah Indonesia mengumumkan delapan butir transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi sebagai langkah adaptif untuk menghadapi dinamika global. Salah satu kebijakan utama dalam transformasi ini adalah refocusing belanja kementerian dan lembaga (K/L), yang bertujuan untuk memperkuat efektivitas belanja negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers daring pada Selasa, 31 Maret 2026, menjelaskan bahwa kebijakan ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan penggunaan anggaran negara. “Pemerintah melakukan langkah strategis dalam pengeluaran keuangan negara melalui prioritasasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga,” ujar Airlangga.

Airlangga mengungkapkan bahwa refocusing anggaran dilakukan dengan mengalihkan dana dari belanja yang dianggap kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial. Anggaran yang dialihkan tersebut akan digunakan untuk sektor-sektor yang lebih produktif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga, serta melakukan penajaman program agar penggunaan anggaran menjadi lebih optimal. “Pemerintah juga terus mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga serta penajaman belanja melalui optimalisasi anggaran,” lanjutnya.

Potensi Penghematan yang Signifikan
Menurut perhitungan pemerintah, kebijakan refocusing ini berpotensi menghasilkan penghematan yang cukup signifikan, yakni antara Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun.

“Potensi prioritasasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun,” tutup Airlangga.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menciptakan belanja negara yang lebih efisien dan tepat sasaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini