Diskusi “Feminine, Masculine” Angkat Relevansi Konstruksi Gender di Ruang Publik
NYALANUSANTARA, Semarang — Program screening dan diskusi bertajuk “Feminine, Masculine” yang digelar di Gedung Oudetrap, Kamis (2/4), menghadirkan ruang dialog terbuka mengenai konstruksi gender di tengah masyarakat. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Hysteria, Laki-Laki Masak, dan Alliance Française Semarang yang menggabungkan pemutaran film dengan sesi diskusi interaktif.
Diskusi pasca-pemutaran film dipandu oleh Ina dari Hysteria sebagai moderator, dengan menghadirkan Anita Dewi, Founder Anitalk, sebagai narasumber. Sesi ini membahas berbagai isu terkait maskulinitas, femininitas, serta dinamika ekspresi gender yang terus berkembang.
Dalam pembukaannya, Ina mengajukan pertanyaan yang menjadi titik awal diskusi, yakni mengenai apakah ekspresi feminin dan maskulin harus selalu mengikuti standar yang telah terbentuk di masyarakat. Pertanyaan tersebut mendorong pembahasan mengenai posisi gender sebagai konstruksi sosial yang tidak bersifat tetap.
Menanggapi hal tersebut, Anita Dewi menyampaikan bahwa pemahaman mengenai maskulinitas dan femininitas selama ini cenderung dibentuk oleh norma sosial yang diwariskan secara turun-temurun. Ia menilai bahwa standar tersebut seringkali membatasi individu dalam mengekspresikan identitasnya.
“Sejak kecil kita sudah dikenalkan dengan pola-pola tertentu—laki-laki harus kuat, perempuan harus lembut. Padahal itu bukan sesuatu yang mutlak, melainkan hasil dari konstruksi sosial,” ujarnya.
Diskusi kemudian berkembang pada pertanyaan lanjutan yang diajukan oleh moderator mengenai relevansi norma tersebut dalam konteks saat ini. Ina menyoroti bahwa perubahan sosial yang terjadi menuntut adanya peninjauan ulang terhadap standar-standar yang selama ini dianggap sebagai acuan.
Menanggapi hal ini, Anita Dewi menyampaikan bahwa relevansi konstruksi gender perlu terus dipertanyakan, terutama karena realitas sosial yang makin beragam. Ia juga menekankan bahwa latar belakang keluarga dan lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang seseorang terhadap maskulinitas dan femininitas.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan kemudahan…
NYALANUSANTARA, MUMBAI- Allu Arjun merayakan ulang tahunnya yang ke-44…
NYALANUSANTARA, Karanganyar– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta…
Film The Drama mengisahkan hubungan Emma Harwood dan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Usai meninjau langsung kondisi rumah…
NYALANUSANTARA, PASURUAN- Petugas Polres Pasuruan Kota berhasil menangkap dua…
NYALANUSANTARA, Klaten– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkatkan upaya…
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Amanda Manopo mengungkap kabar bahwa Fajar Sadboy…
NYALANUSANTARA, Karanganyar– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Niko Al Hakim atau Okin melalui kuasa…
Komentar