E-Commerce Asia Tenggara Tumbuh Pesat, Persaingan Masuk Fase Baru

E-Commerce Asia Tenggara Tumbuh Pesat, Persaingan Masuk Fase Baru

XINHUA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Sektor e-commerce di Asia Tenggara terus menunjukkan performa impresif sepanjang 2025. Laporan dari Momentum Works mencatat nilai transaksi bruto (GMV) platform meningkat 22,8 persen secara tahunan hingga mencapai 157,6 miliar dolar AS.

Dalam laporan bertajuk “Ecommerce in Southeast Asia”, pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi agresif platform utama yang dibarengi peningkatan infrastruktur, kemampuan logistik, serta pengalaman pelanggan. Namun, industri kini memasuki fase baru, di mana fokus persaingan bergeser dari ekspansi cepat menuju penguatan penciptaan permintaan, efisiensi logistik, dan pengelolaan margin.

Dari sisi pasar, Thailand dan Malaysia menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat, masing-masing mencatat kenaikan GMV sebesar 51,8 persen dan 47,6 persen. Sementara itu, Vietnam, Philippines, dan Singapore juga mengalami pertumbuhan dua digit di atas 20 persen. Di sisi lain, Indonesia tetap menjadi pasar terbesar dengan pangsa 37 persen, meskipun pertumbuhannya melambat menjadi 2,2 persen.

Laporan tersebut juga menegaskan dominasi tiga pemain utama di kawasan, yaitu Shopee, Lazada, dan TikTok Shop, yang secara kolektif menguasai hampir seluruh GMV platform, yakni sebesar 98,8 persen.

Meski pertumbuhan tetap kuat, laporan itu mengingatkan bahwa daya tarik harga di e-commerce masih banyak ditopang oleh subsidi, kupon, dan diskon, bukan efisiensi biaya struktural. Hal ini menunjukkan bahwa harga di platform digital belum sepenuhnya mencapai titik terendah yang berkelanjutan.

Selain itu, perdagangan lintas negara tetap menunjukkan ketahanan meskipun regulasi semakin ketat. Para pemain besar dinilai lebih siap beradaptasi sekaligus memperluas jangkauan bisnis mereka di tingkat regional.

Ke depan, laporan tersebut menyoroti peran Artificial Intelligence sebagai kekuatan disruptif utama yang akan membentuk masa depan e-commerce, terutama dalam aspek pembuatan konten dan pengembangan strategi pemasaran digital.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Komentar

Terkini