PLN Indonesia Power UBP Semarang Perluas PLTS Apung dan Rooftop, Guna Perkuat Transisi Energi Bersih

PLN Indonesia Power UBP Semarang Perluas PLTS Apung dan Rooftop, Guna Perkuat Transisi Energi Bersih

Erwin Widodo, Senior Technician Enjiniring Listrik UBP Semarang.

NYALANUSANTARA, Semarang– PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang semakin memperkuat transisi energi ramah lingkungan melalui ekspansi besar-besaran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), baik tipe apung (floating) maupun atap (rooftop). Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Inovasi energi bersih di lingkungan UBP Semarang pertama kali diresmikan pada 1 Maret 2023. Fasilitas awal dibangun di polder penampungan air seluas 9.957 m², yang awalnya berfungsi sebagai fasilitas pengendalian banjir di area pembangkit. Pada tahap pertama, PLTS Apung menempati lahan 3.697 m² dengan kapasitas terpasang 561,60 kilowatt peak (kWp), mampu menghasilkan listrik hijau hingga 787.400,60 kWh per tahun.

Saat ini, UBP Semarang telah menyelesaikan perluasan PLTS Apung menjadi 7.394 m². Total daya terpasang fasilitas ini meningkat menjadi 1.146,6 kWp. Secara keseluruhan, PLN Semarang kini mengelola energi terbarukan dengan total kapasitas terpasang 1.505,7 kWp, yang terdiri dari PLTS Apung 1.146,6 kWp dan PLTS Atap 359,1 kWp.

Listrik dari panel surya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal pembangkit, tetapi juga difungsikan sebagai sumber energi utama dalam produksi Green Hydrogen. Hidrogen hijau ini akan digunakan sebagai bahan bakar substitusi dalam proses co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), strategi penting untuk menurunkan emisi pembakaran batu bara.

Erwin Widodo, Senior Technician Enjiniring Listrik UBP Semarang, menegaskan bahwa integrasi energi terbarukan membutuhkan keandalan teknis tinggi. “Perluasan PLTS Apung dari 3.697 m² menjadi 7.394 m² adalah pencapaian teknis signifikan. Kami memaksimalkan tata guna polder tanpa mengganggu fungsi pengendalian banjir,” ujar Erwin Widodo saat Casual Meeting Bersama Rekan Media Jateng, Selasa (14/4/2026).

“Kapasitas total 1.505,7 kWp tidak hanya menekan biaya energi internal, tetapi juga mendukung suplai stabil untuk produksi Green Hydrogen. Ini kunci agar program co-firing PLTU berjalan efisien dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan ekspansi PLTS ini, PLN Semarang menunjukkan komitmen nyata dalam memimpin transformasi energi bersih, memadukan keandalan pasokan listrik dengan pelestarian lingkungan.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini