Disnaker Batang Lampaui Target PAD 2024 dari Dana Kompensasi Tenaga Kerja Asing
NYALANUSANTARA, Batang – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang mencatat pencapaian luar biasa dengan melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2024 dari sektor Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA).
Hingga 16 Desember 2024, realisasi pendapatan mencapai Rp1.146.890.900,00, melampaui target awal sebesar Rp1 miliar.
“Alhamdulillah, tahun ini DKPTKA kita sudah melampaui target,” ungkap Kepala Disnaker Batang Rahmat Nurul Fadilah melalui Kepala Bidang Pelatihan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Septa Andi Wibowo, Selasa (17/12/2024).
Data Tenaga Kerja Asing di Kabupaten Batang
Berdasarkan rekapitulasi DKPTKA, terdapat 61 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di 11 perusahaan di Kabupaten Batang. Berikut rinciannya:
- PT. KCC Glass Indonesia: 24 TKA
- PT. Yih Quan Footwear Indonesia: 14 TKA
- PT. Wanho Industries Indonesia: 6 TKA
- PT. Java Wood Indonesia: 4 TKA
- PT. Bahana Bhumiphala Persada: 3 TKA
- PT. Batang Apparel Indonesia: 3 TKA
- PT. Primatexco Indonesia: 2 TKA
- PT. Wavin Manufacturing Indonesia: 2 TKA
- PT. Anugerah Food Indonesia: 1 TKA
- PT. Sengon Indah Mas: 1 TKA
- PT. Zing Yong Indonesia: 1 TKA
Pengawasan dan Pemungutan Retribusi Secara Online
Sejak diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Retribusi pada Desember 2023, pemungutan DKPTKA dilakukan secara online melalui Bank Jateng. Sistem ini memastikan dana langsung masuk ke kas daerah.
Namun, tidak semua TKA dikenakan retribusi. “Retribusi hanya berlaku bagi TKA dengan kontrak kerja minimal enam bulan.
Jika perusahaan beroperasi lintas kabupaten atau provinsi, pembayaran dilakukan di tingkat provinsi atau pusat,” jelas Septa.
Pengawasan Ketat dan Tantangan
Disnaker Batang rutin melakukan verifikasi bulanan untuk memastikan keberadaan dan status TKA, terutama di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang menjadi lokasi konsentrasi TKA terbesar. Sosialisasi kepada perusahaan mengenai kewajiban DKPTKA juga terus dilakukan.
Menurut Septa, lonjakan jumlah TKA perlu diimbangi dengan pengawasan ketat agar regulasi tetap terjaga. Salah satu tantangan adalah memastikan pembayaran kompensasi tepat sasaran, khususnya untuk proyek besar seperti KITB.
“Pencapaian ini menunjukkan pengelolaan TKA di Batang tidak hanya berorientasi pada pendapatan daerah, tetapi juga keseimbangan tenaga kerja lokal dan asing,” ungkapnya.
Optimisme untuk Tahun Mendatang
Keberhasilan melampaui target PAD dari DKPTKA menjadi bukti komitmen Disnaker Batang dalam mengelola tenaga kerja asing secara profesional.
Dengan regulasi ketat dan pengawasan berkelanjutan, diharapkan keberadaan TKA di Batang dapat memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat setempat.
Disnaker Batang optimistis dapat mempertahankan pencapaian ini di tahun-tahun mendatang, menjawab tantangan pengelolaan tenaga kerja asing dengan lebih baik lagi.
Editor: Admin
Terkait
NYALANUSANTARA, Batang – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan…
NYALANUSANTARA, Batang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika…
NYALANUSANTARA, Batang – Dalam upaya menjaga keharmonisan dan…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Merek otomotif asal China, Changan, menggelar…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memimpin…
NYALANUSANTARA, Banyumas- Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menggelar…
NYALANUSANTARA, Surakarta- Belasan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)…
NYALANUSANTARA, Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Batang- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa…
NYALANUSANTARA, Cilacap- Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti,…
NYALANUSANTARA, Cilacap- Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelar Musyawarah Perencanaan…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Pemerintah Indonesia memastikan bahwa kondisi perekonomian…
Komentar