Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Soroti Pengelolaan SDM di Pemkot Semarang

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Soroti Pengelolaan SDM di Pemkot Semarang

semarangkota.go.id

NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, atau akrab disapa Mbak Ita, mengungkapkan sejumlah evaluasi yang menjadi perhatiannya selama tahun 2023. 

Salah satu fokus utamanya adalah pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Mbak Ita mengungkapkan keprihatinannya terutama terkait tenaga teknis aparatur sipil negara (ASN) yang terus berkurang. 

Pada konferensi pers di Balai Kota Semarang pada Selasa (2/1/2024), Mbak Ita menyatakan, "Kalau saya pada 2024 ini justru pembenahan SDM pemerintah kota. Eselon III dan eselon II banyak yang sudah pensiun dan makin lama makin kurang, sehingga harus ada perencanaan manajemen SDM."

Pengelolaan SDM di lingkungan Pemkot Semarang dianggap Mbak Ita perlu direncanakan secara serius. Dia menekankan pentingnya tenaga-tenaga teknis memiliki kualifikasi sesuai bidangnya. 

Untuk mendukung hal ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang bertanggung jawab dalam membuat kajian-kajian rancangan.

"Ini dari Bappeda sudah membuat semacam kajian-kajian, ini lagi mau bedah untuk SDM yang akan datang," ujar Mbak Ita.

Rekrutmen tenaga teknis dianggap sebagai langkah kunci dalam mendukung pembangunan Kota Semarang. Mbak Ita menegaskan bahwa perekrutan harus diperhatikan dengan seksama, termasuk peningkatan kompetensi yang perlu diberikan secara bertahap.

"Sekarang banyak yang kosong. Teman-teman lagi kami uji kompetensikan juga, agar bisa dapat eselon II atau teman-teman dari SDM ini bisa sesuai dengan kompetensinya," tambahnya.

Namun, Mbak Ita juga menyuarakan keprihatinan terkait perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Lebih fokus pada tenaga kesehatan dan kependidikan membuat kebutuhan tenaga teknis sulit terpenuhi.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini