Buka Pelatihan PIMNAS Tingkat II, Sekda Jateng Soroti Pentingnya Menjaga Integritas

Buka Pelatihan PIMNAS Tingkat II, Sekda Jateng Soroti Pentingnya Menjaga Integritas

Pelatihan ini diselenggarakan sesuai regulasi nasional dan daerah, termasuk UU ASN, UU Pemda, serta Peraturan dan Keputusan LAN. Terselenggaranya PKN ini didukung anggaran dari APBD Provinsi Jateng Tahun 2025 dan biaya dari masing-masing instansi pengirim.

Peserta antara lain dari Jawa Tengah sebanyak 25 peserta, meliputi Banjarnegara, Banyumas, Boyolali, Cilacap, Jepara, Pemalang, Purbalingga, Sukoharjo, Tegal, Magelang, dan Kota Semarang. Termasuk 2 orang JPT dari Provinsi.

Kemudian dari luar Jateng sebanyak 25 peserta, diantaranya dari Kalimantan Utara, Maluku Barat Daya, Dompu, Kota Baru, dan lain-lain.

Deputi Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI, Erna Irawati mengatakan, tantangan sektor publik saat ini menuntut aparatur yang visioner dan mampu mengeksekusi ide.

“Transformasi harus dijalankan agar kehadiran ASN tetap relevan di mata publik. Tak cukup sekadar membuat ide, pemimpin juga harus mampu mengeksekusi dengan baik,” kata Erna.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan BPSDM Kemendagri, Budi Santosa, menekankan pentingnya ASN membantu kepala daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang rasional, realistis, dan berjalan stabil.

“Trilogi pembangunan—pemerataan, stabilitas politik, dan pertumbuhan ekonomi—harus jadi fondasi berpikir. Stabilitas yang terganggu akan menghambat penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujarnya.

Salah satu peserta asal Kalimantan Utara, Andi Amriani  menyampaikan kesiapan untuk mengimplementasikan materi yang diterima selama pelatihan.

“Kami berharap materi yang didapat bisa kami terapkan di daerah dan memberikan dampak positif bagi pelayanan publik di Kalimantan Utara maupun Indonesia secara umum,” ujarnya.

Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Utara, Rohadi, yang turut hadir mewakili Sekda Kaltara, mengungkapkan apresiasinya atas kerja sama dengan BPSDMD Jateng.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini