Kehancuran Lahan Akibat Karhutla, Masa Depan Petani Suriah Terancam

Kehancuran Lahan Akibat Karhutla, Masa Depan Petani Suriah Terancam

NYALANUSANTARA, SURIAH- Sepatu Rifaat Ismail terbenam ke dalam abu di mana kebun-kebun zaitun pernah tumbuh subur. Di sekelilingnya, bukit-bukit di Desa Beit Awan tampak tinggal puing-puing, berupa batang-batang pohon yang menghitam, sarang lebah yang kosong, dan ladang yang menjadi abu.

   Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama sepuluh hari berturut-turut menghanguskan 15.000 hektare lahan di Provinsi Latakia, Suriah barat laut, sekaligus menyebabkan para petani seperti Rifaat tidak memiliki apa-apa selain tanah yang hangus dan peralatan yang rusak.

   "Kami kehilangan segalanya," kata pria berusia 40 tahun itu kepada Xinhua. "Api melahap semuanya, seperti zucchini, mentimun, tomat, paprika, pohon zaitun, pohon lemon. Tidak ada yang tersisa."

   Sepupunya, Ali Ismail, seorang peternak lebah, berdiri di dekatnya, menunjuk ke arah onggokan sisa-sisa 48 sarang lebah, "Lebah-lebah lainnya menyelamatkan diri karena asap... Ini adalah satu-satunya mata pencaharian kami. Itulah mengapa kami mempertahankan sarang lebah hingga nafas terakhir, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa kami sendiri."

Kobaran api yang dipicu oleh angin kering dan panas yang menyengat, meluluhlantakkan pedesaan utara di Latakia, salah satu wilayah yang telah dilanda konflik selama bertahun-tahun. Rumah Rifaat selamat dari kobaran api, namun sumber kehidupan pertanian keluarganya lenyap. "Kerusakannya sangat besar. Kerugian ini tidak bisa diganti," katanya.

   "Kami memohon kepada pemerintah Suriah dan masyarakat internasional untuk mendukung kami agar kami dapat tetap tinggal di desa kami dan mulai menanam kembali dari awal," katanya.

   Rekaman drone dan video darat dari lokasi karhutla, yang diabadikan pada saat puncak kobaran api, menunjukkan asap tebal melahap pohon-pohon pinus tua, sementara penduduk desa dan petugas pemadam kebakaran berusaha keras membuat sekat bakar.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini