Kehancuran Lahan Akibat Karhutla, Masa Depan Petani Suriah Terancam

Kehancuran Lahan Akibat Karhutla, Masa Depan Petani Suriah Terancam

   Hari ini, udara masih berbau jelaga; tanah berderak saat diinjak. Bagi Ali, kerugian yang ditimbulkan lebih dari sekadar hasil panen yang bernilai 50-70 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.220). "Lihatlah hutan-hutan ini. Beberapa di antaranya berusia ratusan, bahkan ribuan tahun. Ini adalah kerugian yang tidak dapat dipulihkan dengan uang."

Dampak kemanusiaan terus meluas, dengan puluhan keluarga mengungsi dan ribuan lainnya kehilangan sumber penghidupan. Ledakan besar yang mengguncang wilayah tersebut pada Jumat (11/7), yang diduga disebabkan oleh bahan peledak yang belum meledak, semakin menegaskan ancaman bahaya yang masih membayangi.

   Para petugas pemadam kebakaran terus bekerja meskipun ada angin kencang dan ancaman ranjau darat, dengan "kedatangan bala bantuan baru dari beberapa provinsi," kata Kepala Pertahanan Sipil Latakia, Abdel Kafi Kayyal, pada Jumat.

   Lebih dari 150 tim pemadam kebakaran dan 300 kendaraan dikerahkan di seluruh zona kritis, termasuk Jabal al-Nisr dan Burj Zahi, didukung oleh alat berat yang membentuk sekat-sekat api di hutan-hutan, demikian disampaikan Pertahanan Sipil Suriah pada Jumat di Telegram.

   Kru darat internasional dari Turkiye dan Yordania bergabung dalam upaya ini, sementara 16 pesawat dari Suriah, Turkiye, Yordania, dan Lebanon melakukan pemadaman dari udara. Pada Sabtu (12/7), Qatar mengirimkan kru khusus ke wilayah tersebut yang dilengkapi dengan mesin dan pesawat canggih.

Delegasi Uni Eropa (UE) untuk Suriah pada Jumat mengatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan layanan satelit "Copernicus" untuk menyediakan pemetaan waktu nyata (real-time) dari daerah-daerah yang terkena dampak kebakaran karena kebakaran hutan telah menyebabkan ribuan orang mengungsi, dan bahwa negara-negara Eropa menjajaki bantuan lebih lanjut kepada warga Suriah melalui Mekanisme Perlindungan Sipil UE.

   Di sejumlah masjid, saat shalat Jumat berlangsung, para jemaah dan imam berduka atas hutan yang luluh lantak serta memohon perlindungan bagi komunitas yang terkena dampak.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini