Gencatan Senjata Mulai Berlaku di Sweida Suriah, Lebih dari 2.000 Keluarga Bedouin Mengungsi

Gencatan Senjata Mulai Berlaku di Sweida Suriah, Lebih dari 2.000 Keluarga Bedouin Mengungsi

   Gencatan senjata tersebut, yang dilaporkan merupakan hasil kesepakatan antara Suriah dan Israel dengan dimediasi oleh AS, menetapkan penarikan seluruh pejuang suku bersenjata dan pasukan keamanan pemerintah dari Sweida, serta pembentukan misi pencari fakta yang dipimpin PBB untuk menyelidiki kekerasan yang terjadi baru-baru ini.

Para pejuang suku terlihat bersiaga saat bentrokan di Wolgha, pinggiran barat Sweida, Suriah selatan, pada 18 Juli 2025. (Xinhua/Str)

   Kesepakatan itu juga mencakup serangkaian ketentuan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan dan pertukaran tahanan di masa yang akan datang.

   Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, para aktivis hak asasi manusia menyuarakan kekhawatiran atas pola pengungsian yang terjadi. Direktur SOHR Rami Abdulrahman menyebut langkah tersebut sebagai "pergeseran demografis" yang mengingatkan pada pola-pola pengungsian selama perang sebelumnya di Suriah, serta mendesak Damaskus untuk merilis secara penuh syarat dan ketentuan dari kesepakatan gencatan senjata tersebut.

   Dengan situasi Sweida yang mulai tenang untuk sementara waktu, perhatian kini tertuju pada apakah keluarga yang mengungsi akan diizinkan kembali dan apakah gencatan senjata dapat dipertahankan di tengah perpecahan sektarian yang mendalam dan ketegangan yang kian memanas.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini