Review Film Musuh Dalam Selimut: Ketika Pengkhianatan Datang dari Orang Terdekat

Review Film Musuh Dalam Selimut: Ketika Pengkhianatan Datang dari Orang Terdekat

Film Musuh Dalam Selimut menjadi salah satu rilisan drama Indonesia yang paling banyak dibicarakan di awal 2026. Tayang di bioskop sejak 8 Januari 2026, film produksi Narasi Semesta ini disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, yang dikenal piawai meramu cerita emosional dengan konflik dekat realitas kehidupan.

Mengangkat isu perselingkuhan, kepercayaan, dan pengkhianatan dari orang terdekat, Musuh Dalam Selimut hadir dengan pendekatan psikologis yang intens. Film ini tidak sekadar menampilkan drama rumah tangga, tetapi juga menggali sisi gelap hubungan antarmanusia yang sering luput disadari.

Rumah Tangga yang Tampak Ideal

Cerita berpusat pada Gadis, seorang perempuan muda yang hidupnya berubah setelah bertemu Andika dalam situasi tak terduga. Hubungan mereka berkembang cepat, dilandasi empati dan rasa saling membutuhkan. Pernikahan yang dijalani tampak hangat dan stabil, terlebih ketika Gadis tengah mengandung anak pertama mereka.

Namun, keharmonisan itu perlahan retak dengan hadirnya Suzy, tetangga sekaligus sahabat baru Gadis. Awalnya, Suzy digambarkan sebagai sosok ramah, perhatian, dan selalu siap membantu. Ia masuk ke dalam keseharian pasangan tersebut, bahkan terlibat dalam momen-momen intim keluarga kecil itu. Dari sinilah benih kecurigaan mulai tumbuh.

Ketegangan Psikologis yang Dibangun Perlahan

Salah satu kekuatan utama Musuh Dalam Selimut terletak pada cara konflik dibangun. Film ini tidak terburu-buru menyajikan pengkhianatan secara frontal. Penonton diajak memahami latar belakang emosional setiap karakter terlebih dahulu, sebelum dihadapkan pada kenyataan pahit yang perlahan mengemuka.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini