Review Pamali: Tumbal — Horor Tuyul dengan Cerita Menarik tapi Visual Kurang Menggigit

Review Pamali: Tumbal — Horor Tuyul dengan Cerita Menarik tapi Visual Kurang Menggigit

Pamali: Tumbal resmi tayang di bioskop Indonesia pada 7 Agustus 2025, menjadi bagian dari universe game horor Pamali: The Little Devil. Seri film ini dimulai pada 2022 dengan Pamali (Kuntilanak), lalu Pamali: Dusun Pocong (2023), dan kini Pamali: Tumbal yang mengangkat Tuyul sebagai hantu utama.

Film ini berfokus pada Putri Dewi Kuncoro (Keisya Levronka) yang kehilangan ibunya di desa yang diganggu kejadian aneh, seperti uang dan perempuan menghilang. Bersama dua sahabatnya, Cecep dan Kiki, ia mencari ibunya berdasarkan petunjuk “cerobong hitam” dari igauan sang ibu, hingga membawa mereka ke pabrik angker.

Dari segi cerita, Pamali: Tumbal mempertahankan premis sederhana khas seri Pamali—mudah diikuti dan fokus pada perjalanan tokoh utama. Sinematografinya cukup baik, dengan tata suara mendukung suasana seram dan pemilihan lokasi yang efektif membangun atmosfer angker. Namun, visualisasi Tuyul yang menggunakan CGI membuatnya tampak terlalu seperti karakter game, sehingga kurang terasa realistis.

Beberapa adegan, terutama kematian karakter tertentu, terasa tidak perlu karena minim kontribusi pada plot. Meski demikian, penokohan berhasil dieksekusi dengan baik. Humor yang dihadirkan Cecep dan Kiki memberi keseimbangan pada suasana tegang tanpa terasa berlebihan.

Sayangnya, aspek horor dan jumpscare terasa kurang greget menjelang akhir. Atmosfer mencekam yang terbangun di awal justru menurun, dan konsekuensi ilmu hitam yang diantisipasi penonton tidak sepenuhnya terpenuhi.

Secara keseluruhan, Pamali: Tumbal tetap menjadi tontonan horor lokal yang layak disaksikan, terutama bagi penggemar seri Pamali, meski ada ruang perbaikan pada sisi visual dan kedalaman horor.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini