ULASAN Exit 8: Adaptasi Game Jadi Film Filosofis yang Menyentuh

ULASAN Exit 8: Adaptasi Game Jadi Film Filosofis yang Menyentuh

Game The Exit 8 sempat jadi fenomena pada 2023 berkat inovasinya mengubah walking simulator sederhana jadi pengalaman horor atmosferik. Kini versi filmnya, karya sutradara Genki Kawamura, berhasil mengulang prestasi dengan menghadirkan cerita filosofis penuh emosi.

Film ini mengikuti sosok pria tanpa nama, “The Lost Man” (Kazunari Ninomiya), yang terjebak dalam lorong bawah tanah berulang. Untuk keluar, ia harus mengenali “anomali” di tiap siklus. Dari pria misterius bernama The Walking Man hingga detail liminal yang ganjil, setiap keanehan menegangkan hadir dengan atmosfer cermat.

Seperti dalam gimnya, repetisi menjadi bagian esensial pengalaman. Lebih jauh, Kawamura menambahkan lapisan cerita personal—terutama ketika The Lost Man dihadapkan pada kabar mengejutkan soal mantan pacarnya (Nana Komatsu). Ninomiya tampil solid dalam memerankan kebingungan karakter, yang berpuncak pada adegan “air bah” penuh simbolisme.

Exit 8 bukan hanya mengadaptasi rasa asli gimnya, tapi juga memperluas makna. Anomali dan siklus tak berujung menjadi metafora tentang rutinitas, kehilangan sisi manusiawi, hingga krisis identitas. Hasilnya, film ini bukan sekadar adaptasi setia, melainkan salah satu adaptasi game terbaik yang pernah dibuat.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini