Ketahanan Energi RI Disorot, Pengamat Ekonomi Ini Ingatkan Efek Berantai
Dengan konsumsi BBM nasional yang mencapai sekitar 82,9 juta kiloliter per tahun atau lebih dari 227 ribu kiloliter per hari, kapasitas cadangan yang hanya bertahan sekitar 20 hari menunjukkan lemahnya infrastruktur penyimpanan energi domestik.
Noviardi mengingatkan, kondisi ini berpotensi memicu efek berantai terhadap ekonomi. Ketika pasokan terganggu, harga energi akan melonjak, inflasi meningkat, daya beli masyarakat tertekan, dan beban subsidi negara ikut membengkak.
“Kalau cadangan tipis, pemerintah pasti reaktif. Dan kebijakan reaktif itu selalu mahal,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa solusi harus bersifat struktural dan tidak parsial. Pemerintah perlu menetapkan target cadangan strategis minimal 90 hari secara bertahap, mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan, serta mengurangi ketergantungan impor melalui peningkatan produksi domestik dan diversifikasi sumber pasokan.
“Ini bukan soal mampu atau tidak, tapi soal prioritas. Ketahanan energi itu fondasi stabilitas ekonomi. Kalau ini diperkuat, risiko krisis bisa ditekan,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membentuk…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang — Suasana khidmat bercampur riuh kebahagiaan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Stasiun di wilayah PT KAI…
NYALANUSANTARA, Semarang - Keseriusan Pemerintah kota atau Pemkot…
NYALANUSANTARA, Boyolali– Program Balik Rantau Gratis 2026 yang…
NYALANUSANTARA, Boyolali– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melepas…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng),…
NYALANUSANTARA, Cilacap – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap,…
NYALANUSANTARA, Brebes– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, Cilacap – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
NYALANUSANTARA, REMBANG- Volkswagen dipastikan akan meluncurkan versi facelift dari…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global,…
Komentar