Program Balik Rantau Gratis 2026 Fasilitasi Kelompok Rentan di Jateng

Program Balik Rantau Gratis 2026 Fasilitasi Kelompok Rentan di Jateng

NYALANUSANTARA, Boyolali– Program Balik Rantau Gratis 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya menargetkan masyarakat umum, tetapi juga mencakup kelompok rentan, termasuk lansia dan difabel. Kegiatan pemberangkatan terlihat di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu, 28 Maret 2026, serta di Terminal Bulupitu Banyumas dan Terminal Mangkang Kota Semarang.

Di Asrama Haji Donohudan, tercatat 74 orang dari kelompok rentan yang difasilitasi, terdiri atas 7 difabel, 25 lansia, dan 42 pendamping. Sementara di Terminal Bulupitu tercatat 11 orang, terdiri atas 5 lansia dan 6 difabel, termasuk pendamping, dan di Terminal Mangkang terdapat 4 orang, terdiri atas 1 lansia dan 3 pendamping. Moda kereta api juga melayani 9 orang, terdiri atas 3 lansia dan 6 pendamping.

Program ini bahkan menfasilitasi seorang penumpang berkebutuhan khusus dengan hidrosefalus tujuan Bandung. Dinas Kesehatan menyiapkan ambulans dari Kabupaten Karanganyar menuju Asrama Haji Donohudan, kemudian koordinasi dilakukan dengan Dinas Kesehatan Bandung. Orang tua penumpang, Sudiman, mengaku sangat terbantu. 

“Terima kasih Pak Gubernur dan Paguyuban Jawa Tengah yang memberi bantuan bus sehingga saya bisa mudik dan balik rantau. Mudah-mudahan program ini terus difasilitasi, apalagi untuk kenyamanan anak,” ujarnya.

Selain kelompok rentan, program ini juga dirasakan manfaatnya oleh pekerja informal. Pasangan suami istri Lendra dan Ambar, beserta kedua anaknya, memanfaatkan fasilitas ini untuk menghemat biaya perjalanan dari Solo ke Jakarta. 

“Ini kali kedua kami ikut program ini. Sangat membantu, karena pengeluaran bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” kata Lendra, pengemudi ojek online.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, program mudik dan balik rantau gratis merupakan bentuk kehadiran negara untuk meringankan beban masyarakat, terutama pekerja sektor informal. “Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas, tidak hanya saat mudik, tetapi saat balik pun kita lakukan,” ujar Luthfi.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini