Pakar UNAIR Soroti Rekrutmen CPNS 2024, Hindari Campur Tangan Politik!

Pakar UNAIR Soroti Rekrutmen CPNS 2024, Hindari Campur Tangan Politik!

Gitadi Tegas Supramudyo, Pakar Kebijakan Publik Universitas Airlangga

Gitadi mengungkapkan bahwa pendekatan zero growth dan minus growth pada masa lalu seharusnya menjadi pertimbangan. 

Zero growth mengacu pada kebijakan penerimaan pegawai dengan jumlah yang sama dengan pegawai yang berhenti, sementara minus growth mengindikasikan jumlah penerimaan yang lebih sedikit daripada pegawai yang berhenti, berdasarkan skala prioritas.

“Zaman dulu kita mengenal kebijakan zero growth. Sederhananya, satu meninggal angkat lagi satu. Kemudian, karena menjadi terlalu banyak di bagian tertentu, maka kebijakannya berganti minus growth. Misalnya, meninggal satu dan pensiun satu, pengangkatan tetap satu,” terang Gitadi.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR ini menekankan pentingnya transparansi dalam sistem rekrutmen CPNS. 

Ia menyayangkan kurangnya transparansi dalam hal kriteria dan data kebutuhan, serta memandang perlu adanya keterlibatan pihak independen untuk memastikan bahwa rekrutmen berjalan sehat dan terhindar dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Gitadi juga menyarankan pemerintah untuk melakukan inventarisasi dan pemetaan kebutuhan setiap daerah dan instansi guna memastikan rekrutmen CPNS berjalan lebih objektif dan sesuai dengan kebutuhan riil. 

Ia menekankan perlunya menghindari campur tangan politik agar rekrutmen bersih dari praktek KKN dan nepotisme, yang dapat merugikan kepercayaan publik.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini