Kukuhkan Empat Guru Besar Baru, Rektor UNAIR Tekankan Kolaborasi dan Moralitas

Kukuhkan Empat Guru Besar Baru, Rektor UNAIR Tekankan Kolaborasi dan Moralitas

NYALANUSANTARA, SURABAYA- Universitas Airlangga (UNAIR) resmi mengukuhkan empat guru besar baru dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dalam upacara yang digelar di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan akademik para dosen yang berhasil mencapai jenjang tertinggi dalam dunia pendidikan tinggi.

Keempat guru besar tersebut adalah:

Prof. Dr. Ahmad Rizki Sridadi, S.H., M.M., M.H. (Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia)

Prof. Dr. Ardianto, S.E., M.Si., Ak., C.A. (Ilmu Akuntansi Keperilakuan dan Kinerja)

Prof. Dr. Zaenal Fanani, S.E., M.S.A., Ak., C.A., A.C.P.A. (Ilmu Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal)

Prof. Dr. Hamidah, S.E., M.Si., Ak., C.A., C.M.A., C.R.M.O., Q.G.I.A., Q.I.A., C.A.C.P. (Ilmu Akuntansi Keuangan, Pelaporan Keuangan, dan Standar Keuangan)

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menegaskan bahwa jabatan guru besar bukan sekadar gelar akademik, melainkan amanah besar untuk terus berkarya dan memberi manfaat. “Jabatan guru besar bukan hanya pencapaian individu, tetapi simbol pengakuan terhadap kompetensi akademik dan tanggung jawab untuk terus berkarya,” ujarnya.

Dorong Kolaborasi dan Publikasi Berdampak

Rektor menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan internasional untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi UNAIR. Ia berharap para guru besar baru dapat menjadi penggerak dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah yang berdampak luas. “Dengan bertambahnya jumlah guru besar, UNAIR akan semakin diakui sebagai salah satu universitas terbaik dunia,” katanya, mengacu pada posisi UNAIR yang kini menempati peringkat 287 dunia versi QS WUR.

Inovasi Berlandaskan Moralitas

Prof. Madyan juga menyoroti pentingnya moralitas dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di era transformasi digital dan perkembangan artificial intelligence (AI). Ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan etika dan kemanusiaan.
“SDM yang unggul bukan hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari keunggulan moral dan kemanusiaannya,” tegasnya. Dengan semangat Excellence with Morality, ia mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan UNAIR sebagai pusat ilmu pengetahuan yang unggul dalam inovasi sekaligus menjadi teladan dalam integritas dan kebijaksanaan.

Pengukuhan empat guru besar ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi UNAIR terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kesejahteraan bangsa. Mengakhiri sambutannya, Rektor menyampaikan harapan agar para guru besar terus menebar manfaat melalui karya dan dedikasi.
“Semoga ilmu dan karya Saudara senantiasa membawa kemanfaatan bagi almamater, umat, nusa, dan bangsa,” pungkasnya.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini