Alumni FIKKIA UNAIR Jadi Pelopor Budidaya Air Tawar Modern di Banyuwangi
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Di tengah dominasi hasil laut di wilayah pesisir, Fakhriyyah, alumni Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2019, berhasil menciptakan gebrakan baru. Ia menjadi pelopor budidaya ikan air tawar modern dengan sistem Bioflok dan Recirculating Aquaculture System (RAS) melalui usaha miliknya yang diberi nama i TAWAR, berdiri sejak November 2023 di Banyuwangi.
Semangat wirausahanya tumbuh sejak masa kuliah, ketika ia bertekad menerapkan langsung ilmu akuakultur yang diperolehnya di kampus. Melihat masyarakat pesisir Banyuwangi yang terbiasa mengonsumsi ikan laut, Fakhriyyah tergerak untuk memperkenalkan ikan air tawar sebagai alternatif sumber protein bergizi tinggi. “Saya ingin membuktikan bahwa ikan air tawar bisa bersaing dan bahkan lebih sehat karena dikelola dengan sistem budidaya yang terkontrol,” ujarnya.
Usaha ini berawal dari dua kolam uji coba menggunakan sistem RAS, yang ia kenal saat menjalani Praktek Kerja Lapang (PKL). Sistem tersebut memungkinkan air digunakan kembali melalui proses penyaringan, menjadikannya efisien dan ramah lingkungan. Seiring waktu, Fakhriyyah mulai mengembangkan sistem Bioflok, yang dinilai lebih hemat biaya operasional meski membutuhkan ketelitian tinggi dalam menjaga keseimbangan bakteri pengurai.
Tantangan terbesar baginya bukan hanya di tahap produksi, tetapi juga dalam meyakinkan masyarakat sekitar yang masih ragu terhadap kualitas ikan air tawar. “Saya bilang ke tetangga, kalau ikannya bau tanah, nanti saya ganti. Dari situ mereka mulai percaya,” katanya dengan senyum. Ia juga aktif memanfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan proses budidaya dan edukasi konsumen mengenai ikan air tawar yang sehat dan bebas bau tanah.
Sebagai alumni yang sukses berwirausaha, Fakhriyyah berpesan kepada mahasiswa UNAIR agar tidak takut memulai. “Kita sering menunggu waktu yang tepat, padahal waktu terbaik adalah sekarang,” tegasnya. Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan berbagai kompetisi kewirausahaan untuk mendapatkan modal usaha.
“Setiap usaha pasti ada untung dan rugi. Yang penting berani mencoba dan terus belajar,” pungkas Fakhriyyah yang kini dikenal sebagai pelopor budidaya air tawar modern di pesisir Banyuwangi.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, Surabaya – Sebanyak 13 mahasiswa dari Fakultas…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meraih penghargaan…
Terkini
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Universitas Paramadina melalui The Lead Institute menggelar…
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menyatakan telah menyiapkan…
NYALANUSANTARA, Banyumas - Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Magelang - Pencarian terhadap dua penambang pasir…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk…
NYALANUSANTARA, Semarang - Sebagai bagian dari persiapan Angkutan…
NYALANUSANTARA, Ungaran – Perlindungan kekayaan intelektual (KI) tidak…
NYALANUSANTARA, Semarang - Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia…
NYALANUSANTARA, Semarang - Lapas Kelas I Semarang memberikan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menggelar kegiatan…
Komentar