Mengapa Orang Madura Suka Merantau? Ini Kata Antropolog UNAIR

Mengapa Orang Madura Suka Merantau? Ini Kata Antropolog UNAIR

Dr Mohammad Adib Drs MSi, Antropolog dan Dosen Etnografi Madura

NYALANUSANTARA, Surabaya - Fenomena merantau yang sering kali diasosiasikan dengan masyarakat Madura telah menjadi sorotan utama dalam diskusi antropologis. 

Antropolog dari Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Mohammad Adib Drs MSi menyampaikan faktor-faktor yang mendorong masyarakat Madura untuk merantau ke berbagai penjuru wilayah.

Dr. Adib menjelaskan bahwa ekonomi menjadi pendorong utama bagi masyarakat Madura untuk merantau ke berbagai tempat, termasuk pulau-pulau di Nusantara dan bahkan negara-negara di luar wilayah Indonesia. 

Dibandingkan dengan suku Minang yang mewajibkan laki-laki untuk merantau sebagai bagian dari sistem matrilineal mereka, masyarakat Madura merantau dengan motivasi utama untuk mencari jalan hidup yang lebih sejahtera.

“Bermigrasi dilakukan oleh suku bangsa manapun, seperti contohnya masyarakat Minang yang mewajibkan laki-laki untuk merantau. Yang membedakan dengan suku Madura adalah mereka merantau karena mencari jalan hidup yang lebih sejahtera,” ungkapnya.

Salah satu faktor pendorong merantau adalah kondisi ekologis di Pulau Madura yang kurang subur untuk pertanian. Hal ini mendorong masyarakat Madura untuk mencari mata pencaharian di daerah lain. 

“Faktor ekologi seperti tanah yang tidak subur itulah yang memaksa mereka untuk merantau mencari mata pencaharian di daerah lain,” ujar dosen etnografi Madura itu.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini