Merawat Keselamatan Selama Mudik Lebaran

Merawat Keselamatan Selama Mudik Lebaran

Selain itu, pelintasan kereta api sebidang, terutama yang berada di jalan kabupaten/kota, perlu diawasi lebih baik. Sebab, pelintasan sebidang itu rawan kecelakaan. Dalam rentang tahun 2022 hingga 15 Februari 2024, kejadian terbanyak *di pelintasan jalan kota/kabupaten, yakni 527 kejadian (79,2 persen)*. Berikutnya, pelintasan sebidang di jalan desa 118 kejadian (17,7 persen), jalan provinsi 12 kejadian (1,8 persen) dan jalan nasional 8 kejadian (1,3 persen).

Menyediakan angkutan umum lanjutan
Pemda yang menerima sejumlah pemudik harus menyiapkan sejumlah angkutan umum lanjutan. Terminal, Pelabuhan laut dan Pelabuhan penyeberangan merupakan simpul transportasi yang banyak digunakan pemudik. Tidak adanya angkutan umum lanjutan menyebabkan maraknya calo yang akan menawarkan angkutan pelat hitam. Tentunya hal ini akan memberatkan pemudik yang mempunyai angaran terbatas.

Pemda harus mengawasi sejumlah praktek percaloan di terminal, Pelabuhan laut dan Pelabuhan penyeberangan. Buruknya layanan angkutan umum di daerah menyuburkan praktek percaloan di simpul transportasi itu.

Momentum bagi pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah membenahi angkutan umum di daerah. Berdasar hasil survey potensi, minat menggunakan angkutan umum paling tinggi. Namun kenyataan di daerah, kondisi angkutan umum perkotaan, angkutan perdesaan dan angkutan bus AKDP sangat buruk, bahkan banyak yang sudah tidak beroperasi.

Tips Komisi Nasional Keselamatan Transportasi
Perlu menyimak 10 tips yang disarankan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk berkendara saat berpuasa, (1) istirahat yang cukup, (2) hindari makanan yang bisa menyebabkan kantuk, (3) patuhi batas kecepatan kendaraan, (4) jaga jarak aman dengan kendaraan lain, (5) perbanyak istirahat jika kehilangan kosentrasi, (6) perhatikan tekanan angin pada ban kendaraan, (7) sabar dan peduli aturan lalu lintas , (8) pahami rute perjalanan sebelum berkendara, (9) cermat gunakan aplikasi navigasi untuk hindari jalur alternatif berbahaya, dan (10 hindari membawa penumpang dan barang berlebihan.

Sementara itu, jika berkendara motor malam hari, (1) pastikan tubuh dalam kondisi fit dengan cukup istirahat dan tidur, (2) hindari membawa penumpang dan barang berlebihan, (3) hindari penggunaan kecepatan berlebihan (maksimum 50 km/jam), sehingga sulit dikenadlikan, (4) gunakan _safety gear_ dengan warna terang dan reflektor, (5) pastikan sistem penerangan dan pengereman berfungsi baik, (6) jaga jarak aman dengan pengendara motor lainnya, (7) hindari memilih jalur yang sepi dan minim marka jalan, dan (8) berhentilah jika merasa lelah di tempat yang aman setiap 2 jam perjalanan.

Data PT Jasa Raharja (2023), tercatat rentang 10 hari Musim Lebaran tahun 2022 terjadi 5.941 kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia 1.041 orang. Pada rentang waktu yang sama di Musim Lebaran tahun 2023 terjadi kecelakaan lalu lintas 4.703, penurunan 21 persen. Sementara yang meninggal dunia 634 orang (penurunan 39 persen). Berharap pada Musim Lebaran Tahun 2024 angka kecelakaan lalu lintas dan yang meninggal dunia menurun juga. 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini