Universitas Paramadina Gelar Urban Sufism Day, Angkat Spiritualitas dan Gerakan Sosial
NYALANUSANTARA, Jakarta – Universitas Paramadina melalui Paramadina Graduate School of Islamic Studies (PGSI) berhasil menyelenggarakan Urban Sufism Day dengan tema “Spiritualitas dan Gerakan Sosial”.
Acara ini juga menandai soft launching buku berjudul "Kita Begitu Dekat", yang berisi kenangan dan tulisan para sahabat Abdul Hadi WM. Buku tersebut secara simbolis diserahkan kepada perwakilan keluarga dan Yayasan Abdul Hadi WM.
Acara dibuka dengan Tarian Sema ala Rumi yang disertai alunan suling, menciptakan suasana tenang dan damai. Diskusi dalam acara tersebut dipandu oleh Dr. M. Subhi Ibrahim, M.Hum., Ketua Program Studi PGSI.
M. Wahyuni Nafis, MA., dosen Universitas Paramadina sekaligus Ketua Nurcholish Madjid Society, menyampaikan bahwa Neo-Sufisme menekankan pentingnya moral, dzikir, dan muraqabah dalam membangun iman yang kokoh.
“Spiritualitas tidak berarti menjauhkan diri dari dunia, tetapi bagaimana hati tetap bergantung pada Tuhan sambil aktif terlibat dalam kehidupan masyarakat,” jelas Wahyuni. Ia juga menyoroti pandangan Cak Nur yang mengajarkan keseimbangan antara aspek duniawi dan ukhrawi, serta pentingnya pelibatan diri dalam aktivitas sosial.
Sementara itu, M. Nur Jabir, MA., Direktur Rumi Institute, menjelaskan dimensi estetika dan kedalaman dari sufisme. “Sufi adalah mereka yang hatinya sibuk bersama Tuhan, sementara tubuhnya melayani makhluk,” ujarnya.
Menurut Jabir, tasawuf tidak hanya menghadirkan kedekatan spiritual tetapi juga keindahan melalui berbagai bentuk seni, seperti tarian Sema, arsitektur, hingga puisi. Ia menambahkan, sufisme dapat menjadi alternatif dari wajah agama yang sering terlihat maskulin, sekaligus menawarkan cinta mendalam terhadap nilai-nilai spiritual.
Melalui Urban Sufism Day, Universitas Paramadina menegaskan bahwa spiritualitas dan gerakan sosial dapat berjalan beriringan. Tasawuf modern yang diusung dalam acara ini menawarkan pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan kehidupan urban, tanpa kehilangan makna religiusitas.
Acara ini sekaligus menjadi momentum refleksi untuk terus memadukan nilai-nilai sufisme dengan semangat sosial, sebagaimana diusung oleh para pemikir besar seperti Abdul Hadi WM dan Nurcholish Madjid.
Editor: Admin
Terkait
NYALANUSANTARA, Jakarta- Universitas Paramadina adakan Wisuda Sarjana dan…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Universitas Paramadina bekerja sama dengan Institute…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Dalam rangka memperingati Hari Filsafat Sedunia,…
Terkini
NYALANUSANTARA, TANGGERANG- Penyanyi Piche Kota resmi ditahan polisi setelah…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan sejumlah…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan…
NYALANUSANTARA, OXFORD- Pelatih FC Bayern Munich, Vincent Kompany, menilai…
NYALANUSANTARA, LONDON- Pelatih FC Barcelona, Hansi Flick, menilai timnya…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pelatih Tottenham Hotspur, Igor Tudor, mengungkapkan bahwa…
NYALANUSANTARA, BEIJING- Sidang tahunan "Dua Sesi" Tiongkok telah lama…
NYALANUSANTARA, LONDON- Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diumumkan…
NYALANUSANTARA, BANTEN- Pujiman, yang juga dikenal sebagai Kak Iman,…
NYALANUSANTARA, Semarang- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan…
Komentar