Pakar UNAIR Ini Tanggapi Aksi Komdigi Bentuk Tim Perlindungan Digital Bagi Anak

Pakar UNAIR Ini Tanggapi Aksi Komdigi Bentuk Tim Perlindungan Digital Bagi Anak

“Beberapa mahasiswa UNAIR telah mengembangkan teknologi pendeteksi konten berbahaya, tetapi riset ini belum banyak dipublikasikan. Peran pemerintah dalam mendukung riset keamanan digital sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Selain itu, regulasi yang ketat tidak akan cukup tanpa adanya edukasi yang memadai “Sebelum mengatur perlindungan anak melalui regulasi, orang tua harus dibekali dengan edukasi terkait supervisi digital. Banyak anak terekspos ke konten tidak pantas karena kurangnya pengawasan dari keluarga,” jelasnya.

Harapannya, aksi ini menjadi langkah awal menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak. Namun, keberhasilannya akan sangat bergantung pada implementasi regulasi, keterlibatan aktif orang tua, institusi pendidikan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat anak.

“Semoga tim ini tidak hanya terbentuk sebagai simbol perlindungan, tetapi benar-benar dapat bekerja secara nyata untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan kondusif bagi anak-anak Indonesia,” pungkasnya.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini