Berkas-Berkas Epstein yang Baru Dirilis Picu Gejolak Politik di Berbagai Negara

Berkas-Berkas Epstein yang Baru Dirilis Picu Gejolak Politik di Berbagai Negara

   Menurut France Info, Lang pada hari Sabtu mengirimkan surat kepada Menlu Prancis Jean-Noel Barrot, yang menyampaikan soal usulan pelamar dirinya dalam pertemuan luar biasa dewan direksi institut mendatang. Dia mengatakan langkah itu dimaksudkan untuk "melindungi" lembaga tersebut di tengah iklim yang ditandai oleh apa yang dia gambarkan sebagai "serangan pribadi."

   Kantor kejaksaan keuangan nasional Prancis membuka penyelidikan awal pada Jumat terhadap Lang dan putrinya atas dugaan penipuan pajak berat dan pencucian uang.

   Pada 30 Januari, Departemen Kehakiman AS mengatakan telah menerbitkan jutaan halaman tambahan sesuai dengan "Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein," sehingga total cakupannya mencapai hampir 3,5 juta halaman, bersama dengan ribuan video dan gambar. Pengungkapan besar-besaran ini telah meningkatkan pengawasan terhadap koneksi Epstein dan memperbarui tekanan politik di berbagai negara.

   Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada Minggu (8/2) bahwa berkas-berkas tersebut telah mengungkap apa yang dia sebut sebagai "satanisme murni" dari elit Barat dan mengungkap sifat asli Barat.

   "Topik ini (berkas Epstein) adalah tentang mengungkap wajah sebenarnya dari apa yang disebut 'kolektif Barat', deep state , atau, lebih tepatnya, persatuan bayangan ( deep union ) yang menguasai negara-negara Barat dan mencoba mengatur seluruh dunia," kata Lavrov kepada stasiun televisi Rusia NTV. "Saya pikir tidak perlu menjelaskan kepada masyarakat normal bahwa (kejahatan) ini di luar logika manusia dan bahwa ini adalah bentuk satanisme murni."


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini