MBG Jangkau Ratusan Ribu Penerima Manfaat, Pemkab Cilacap Berharap Program Ini Gerakkan Ekonomi

MBG Jangkau Ratusan Ribu Penerima Manfaat, Pemkab Cilacap Berharap Program Ini Gerakkan Ekonomi

NYALANUSANTARA, Cilacap- Pemerintah Kabupaten Cilacap kembali melanjutkan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ratusan ribu penerima manfaat dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga kelompok rentan. Meskipun program ini memiliki cakupan yang luas, masih terdapat sejumlah kendala teknis dan administrasi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cilacap, Hamzah Syafroedin, mengungkapkan bahwa penerima manfaat terbesar berasal dari kalangan pelajar, dengan total 145.245 siswa tingkat SD, 75.789 siswa SMP, dan 61.321 siswa SMA. Selain itu, anak usia dini di PAUD/TK juga menjadi bagian dari penerima manfaat dengan jumlah mencapai 40.449 anak.

Pada kelompok rentan, program MBG menjangkau 73.563 jiwa, yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Hamzah menjelaskan bahwa besarnya jumlah penerima manfaat ini membutuhkan kesiapan infrastruktur yang matang, legalitas yang jelas, serta pengawasan ketat terkait keamanan pangan.

“Dengan jumlah sasaran yang sangat besar, kami harus memastikan dapur produksi memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan distribusi bahan pangan berjalan lancar,” ujar Hamzah dalam Diskusi Panel Forkopimda di Ruang Gadri, Rumah Dinas Bupati Cilacap, pada Rabu, 18 Februari 2026.

Koordinator MBG Wilayah Cilacap, Irfan Anjas Purwo, turut memaparkan data terbaru mengenai SPPG per 9 Februari 2026. Dari total 168 SPPG yang direncanakan, sebanyak 123 telah beroperasi, sedangkan 45 lainnya masih menunggu penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Irfan juga mengungkapkan bahwa terkait perlindungan tenaga kerja, 106 SPPG telah mengajukan BPJS Ketenagakerjaan, sementara 62 lainnya belum. Mengenai sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), hanya 29 SPPG yang telah tersertifikasi, sementara 139 belum. Sertifikasi halal baru dimiliki oleh 42 SPPG, sedangkan 126 lainnya belum tersertifikasi. Sertifikasi koki/chef sudah dimiliki oleh 92 SPPG, namun 76 belum memiliki sertifikat tersebut.

Terkait dengan SLHS, dari 168 SPPG, 71 telah menerbitkan sertifikat, 25 dalam proses revisi, 25 sudah mendaftar, dan 47 belum mendaftar sama sekali. Selain itu, pendistribusian paket 3B (balita, ibu hamil, ibu menyusui) tercatat 85 SPPG sudah berjalan, sementara 83 lainnya belum.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini