Tel Aviv Memanas Usai Operasi Militer AS-Israel dan Serangan Balasan Iran

Tel Aviv Memanas Usai Operasi Militer AS-Israel dan Serangan Balasan Iran

NYALANUSANTARA, TEL AVIV- Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). Dalam klaim yang beredar, disebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah terbunuh dalam operasi tersebut. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi independen yang memverifikasi kabar tersebut.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah target militer dan strategis milik Israel serta Amerika Serikat di berbagai wilayah. Situasi pun berubah cepat menjadi eskalasi terbuka antara kedua kubu.

Di Tel Aviv, gelombang terbaru serangan Iran pada Sabtu malam waktu setempat mengakibatkan sedikitnya 20 orang terluka. Informasi ini disampaikan oleh layanan darurat nasional Israel, Magen David Adom (MDA). Dari jumlah korban tersebut, seorang pria berusia sekitar 40 tahun dilaporkan dalam kondisi serius akibat luka pecahan proyektil.

Serangan rudal balistik yang menghantam sejumlah titik di Tel Aviv menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur. Tim keamanan serta petugas penyelamat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan mengamankan area terdampak. Foto-foto yang beredar menunjukkan personel keamanan bekerja di antara puing-puing bangunan yang rusak akibat ledakan.

Sirene peringatan serangan udara terdengar di berbagai wilayah, memaksa warga bergegas menuju tempat perlindungan. Aktivitas publik sempat lumpuh, sementara otoritas meningkatkan status kewaspadaan nasional.

Hingga kini, situasi masih berkembang dengan cepat. Komunitas internasional memantau eskalasi ini dengan cermat, mengingat potensi meluasnya konflik ke kawasan yang lebih luas. Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dikhawatirkan dapat memicu instabilitas regional yang berkepanjangan apabila tidak segera mereda melalui jalur diplomasi.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini