Serangan Trump terhadap Iran, Mendapat Kecaman dari Anggota Parlemen AS dari Partai Demokrat

Serangan Trump terhadap Iran, Mendapat Kecaman dari Anggota Parlemen AS dari Partai Demokrat

Foto: Xinhua

Himes mengatakan dia telah secara langsung menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahwa aksi militer di Timur Tengah "hampir tidak pernah berakhir baik bagi AS".

"Tampaknya Donald Trump belum belajar dari sejarah," kata Himes.

Sebelum serangan dilancarkan, Rubio secara pribadi menghubungi sejumlah anggota parlemen tertinggi di Capitol, menurut laporan Associated Press (AP). Disebutkan pula bahwa pemberitahuan tersebut menyinggung soal rudal balistik, tetapi tidak mengindikasikan bahwa serangan akan berlangsung seluas itu ataupun memiliki tujuan yang begitu besar.

Namun, juru bicara kantor Jack Reed, anggota Partai Demokrat tertinggi di Komite Angkatan Bersenjata Senat, mengonfirmasi pada Sabtu pagi bahwa senator tersebut tidak menerima pemberitahuan.

Reed mengatakan dalam pernyataan pada Jumat (27/2) bahwa pemerintahan Trump tidak memberikan Kongres "pengarahan maupun informasi intelijen yang nyata" terkait operasi militer besar-besaran terhadap Iran yang sedang berlangsung.

"Kongres tidak menerima pengarahan maupun informasi intelijen yang nyata, dan sulit untuk membenarkan tindakan tanpa alasan yang jelas," kata senator tersebut.

Meskipun sejumlah pemimpin Partai Republik menyatakan dukungan bagi operasi militer terhadap Iran, Thomas Massie, anggota DPR dari Partai Republik asal Kentucky, mengkritik serangan tersebut sebagai "tindakan perang tanpa otorisasi Kongres" dalam unggahannya di media sosial. 


Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini