Plt. Bupati Cilacap Dorong Profesionalisme Aparatur dan Perlindungan Perempuan Anak

Plt. Bupati Cilacap Dorong Profesionalisme Aparatur dan Perlindungan Perempuan Anak

NYALANUSANTARA, Cilacap – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengajak jajaran pemerintah daerah untuk bekerja lebih hati-hati, profesional, dan membangun kembali kepercayaan masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Ammy saat acara ramah tamah bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati Cilacap, Jumat malam, 27 Maret 2026. 

Acara juga dihadiri Plh. Sekda Cilacap, Annisa Fabriana, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ammy menjelaskan dinamika yang dihadapinya selama berkarier di dunia politik dan pemerintahan cukup berat, termasuk situasi pemerintahan di Cilacap yang sempat mengalami kekosongan sejumlah pejabat.

“Ketika saya kembali ke Cilacap waktu itu, banyak pejabat tidak ada, mulai dari bupati, sekda, hingga beberapa kepala OPD. Kondisi itu membuat kami harus mengambil langkah cepat agar pemerintahan tetap berjalan,” ujar Ammy.

Ia menyatakan bersyukur atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang memungkinkan roda pemerintahan di Kabupaten Cilacap tetap berjalan. Ammy menekankan pentingnya pembelajaran bagi aparatur untuk bekerja lebih hati-hati dan sesuai aturan. 

“Kita mulai lembaran baru, bekerja lebih baik, lebih sesuai aturan, dan benar-benar mendedikasikan pekerjaan kita untuk masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Plt. Bupati juga menyampaikan rencana pembukaan kembali penerbangan di Bandara Tunggul Wulung Cilacap menjelang Lebaran. Ia mengaku sebelumnya telah berkomunikasi dengan pihak maskapai, namun rencana tersebut tertunda karena dinamika di daerah.

Ammy turut melaporkan penanganan kasus kekerasan terhadap anak di Cilacap kepada Menteri PPPA. Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak, termasuk melalui penyediaan rumah aman bagi korban kekerasan. 

“Rumah aman ini penting karena korban yang berani melapor biasanya mendapat tekanan psikologis dari pelaku. Keberadaan rumah aman sangat penting untuk perlindungan korban,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menilai gerakan pemberdayaan perempuan di Cilacap cukup aktif dan menjadi contoh bagi daerah lain. Arifatul menjelaskan, program Ruang Bersama Indonesia (RBI) merupakan pengembangan dari program Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Anak yang menekankan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan keluarga.

“Ruang Bersama Indonesia ini bukan sekadar ruang fisik, tetapi ruang kolaborasi semua pihak untuk menyelesaikan persoalan di tingkat desa, keluarga, perempuan, dan anak,” kata Arifatul. 

Menurutnya, berbagai persoalan seperti stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta masalah sosial lainnya tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan melalui kolaborasi seluruh pihak.

Ia menambahkan, Kementerian PPPA telah menandatangani nota kesepahaman dengan 25 kementerian dan lembaga untuk memperkuat kolaborasi program tersebut. “Kita mulai dari desa dan keluarga. Ketika keluarga kuat, desa kuat, maka daerah kuat dan Indonesia kuat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini