Kera Gua Kreo Berpesta, Tradisi Sesaji Rewanda di Semarang Dirawat sebagai Warisan Leluhur dan Daya Tarik Wisata
“Rangkaian acaranya sejak tadi malam ada Mahakarya Gua Kreo, yang ditampilkan secara kolosal dengan lebih dari 150 penari dan pemusik. Hari ini dilanjutkan dengan prosesi Sesaji Rewanda,” ungkapnya.
Menurutnya, ingatan kolektif tentang syiar Islam yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga terus dihidupkan melalui kegiatan budaya tersebut.
“Ini simbol semangat gotong royong dan persatuan. Kami ingin menyeimbangkan kehidupan manusia dengan flora, fauna, dan alam sekitarnya. Kita bersyukur kepada Allah atas nikmat hidup, di sini semuanya hidup berdampingan dengan rukun,” tandasnya.
Keberadaan kera di Gua Kreo tidak hanya dipandang sebagai bagian ekosistem, tetapi juga sebagai identitas budaya. Interaksi harmonis telah dibangun dan dijaga oleh masyarakat setempat.
Dalam konteks pariwisata, tradisi ini juga telah dikembangkan sebagai daya tarik unggulan. Wisatawan tidak hanya disuguhkan pemandangan alam, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang — Suasana khidmat bercampur riuh kebahagiaan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Stasiun di wilayah PT KAI…
NYALANUSANTARA, Semarang - Keseriusan Pemerintah kota atau Pemkot…
NYALANUSANTARA, Boyolali– Program Balik Rantau Gratis 2026 yang…
NYALANUSANTARA, Boyolali– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melepas…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng),…
NYALANUSANTARA, Cilacap – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap,…
NYALANUSANTARA, Brebes– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, Cilacap – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
NYALANUSANTARA, REMBANG- Volkswagen dipastikan akan meluncurkan versi facelift dari…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global,…
Komentar