Jateng akan Miliki Tiga Aglomerasi Pengolahan Sampah Guna Tekan Open Dumping

Jateng akan Miliki Tiga Aglomerasi Pengolahan Sampah Guna Tekan Open Dumping

NYALANUSANTARA, Jakarta— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama tujuh bupati dan walikota di Pekalongan Raya dan Tegal Raya membuktikan komitmennya dalam upaya mewujudkan pengolahan sampah berbasis regional atau aglomerasi. 

Upaya yang dilakukan itu, sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk mengurangi praktik open dumping (pembuangan sampah di tanah terbuka) di daerah.

Komitmen itu ditunjukkan dengan dengan penandatanganan kesepahaman dan kesepakatan bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Kuningan, Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Selain Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Widi Hartanto, penandatanganan nota kesepahaman dan kesepakatan tersebut juga ditandatangani oleh tujuh kepala daerah dan kepala dinas di aglomerasi Pekalongan Raya dan Tegal Raya. Di antaranya ada Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Plt Bupati Pekalongan Sukirman, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Bupati Batang M Faiz Kurniawan, Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, dan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.

Sebagai informasi, aglomerasi Pekalongan Raya terdiri atas Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang. Tempat pengolahan sampahnya  akan ditempatkan di  di Kota Pekalongan. 

Sedangkan aglomerasi Tegal Raya meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes. Tempat pengolahan sampah ada di Kabupaten Tegal.

Dua aglomerasi tersebut menambah jumlah penyelenggaraan aglomerasi pengolahan sampah di Provinsi Jawa Tengah menjadi tiga aglomerasi. Sebelumnya sudah ada aglomerasi pengolahan sampah Semarang Raya.

"Pengelolaan ini harapannya berkontribusi langsung dalam pengurangan sampah nasional sebesar 3.000 ton per hari," kata Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq usai acara.

Dengan angka itu, diharapkan juga mengurangi sampah di Provinsi Jawa Tengah yang totalnya di angka 17.300 ton per hari.

Kementerian Lingkungan Hidup juga mengapresiasi keseriusan Gubernur Ahmad Luthfi dalam penanganan masalah sampah di wilayahnya. Dibeberkan Hanif, penanganan sampah di Jawa Tengah tercatat sudah di angka 30%. Artinya sudah di atas rata-rata nasional yang baru 26%. 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini