Pemkot Semarang dan BBWS Pemali Juana Siapkan Langkah Antisipasi Banjir

Pemkot Semarang dan BBWS Pemali Juana Siapkan Langkah Antisipasi Banjir

semarangkota.go.id

NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota Semarang telah mengambil langkah strategis dalam menangani banjir dan memulihkan daerah setelahnya dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Suwarto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, mengungkapkan bahwa penanganan banjir dalam beberapa hari terakhir telah dilakukan dengan maksimal. Seluruh pompa telah dioptimalkan sepenuhnya, dengan peningkatan jumlah pompa mobile dari BBWS dan tambahan yang dikerahkan oleh pihak Kota Semarang.

"Seperti di RSI Sultan Agung itu kewenangan BBWS Pemali Juana, tetapi kami juga menerjunkan pompa-pompa mobile sana. Dari BBWS ada lima lalu kami tambah tiga. Di Trimulyo ada lima dari BBWS dan milik kami, di sana kedalamannya signifikan karena posisinya cekungan," katanya, baru-baru ini.

Setelah banjir surut, fokus akan beralih ke pembersihan saluran-saluran yang tersumbat oleh sampah dan eceng gondok. Tim akan membersihkan saluran dan memulihkan keadaan lingkungan, sambil menunggu air surut sepenuhnya.

Kami nanti melakukan pembersihan di saluran karena banyak sampah-sampah di saluran yang dibawa banjir selama tiga hari ini. Terus bersihkan enceng gondok mulai Senin kami kerahkan, yang kemarin terseret banjir pada menumpuk di Pompa Banger, dan ada di Kali Tenggang," katanya.

Kepala BBWS Pemali Juana, Harya Muldianto, menambahkan bahwa langkah selanjutnya setelah banjir adalah melakukan normalisasi drainase dan meningkatkan kapasitas pompa-pompa. Normalisasi saluran di Sungai Plumbon dan Sungai Tenggang menjadi fokus, dengan pengurukan sedimentasi, perlebaran, dan penguatan tanggul.

"Kami berupaya mengoperasikan pompa-pompa, ke depan sistem drainase harus ditata kembali. Di sistem Tenggang dan Sringin nantinya akan dilakukan normalisasi dan upgrading kemampuan pompa, sedang kami proses datanya ini persiapan," katanya.

Meskipun upaya telah dilakukan, pihak BBWS mengakui bahwa kapasitas pompa masih di bawah standar untuk menampung beban banjir secara efektif. Upaya normalisasi dan peningkatan kapasitas akan terus dilakukan hingga pertengahan tahun.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BBWS menjadi kunci dalam menghadapi banjir. Pengoptimalan pompa-pompa dan normalisasi drainase telah dilakukan, dengan penambahan pompa portabel di beberapa titik strategis banjir.

"Kali Tenggang ada enam pompa, empat pompa hidup dan dua masih pendinginan, juga ditambah dua pompa floating mobile, dan satu mobile pompa, sehingga ada sembilan pompa yang dihidupkan," katanya, di Posko Dapur Umum Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Sabtu (16/3/2024).

Dengan upaya bersama ini, diharapkan Kota Semarang dapat lebih tangguh dalam menghadapi bencana banjir dan memperkuat infrastruktur penanganan bencana di masa yang akan datang.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini