Tingkatkan Literasi Anak Tunanetra, Duta Bahasa Jateng Implementasikan Krida di SLB A YKAB Surakarta

Tingkatkan Literasi Anak Tunanetra, Duta Bahasa Jateng Implementasikan Krida di SLB A YKAB Surakarta

NYALANUSANTARA, Surakarta- Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah tahun 2024, Gemilang Dani Saputra dan Olivia Firdaus, melaksanakan implementasi krida duta bahasa yang diberi tajuk Bersajak. Implementasi krida duta bahasa yang kedua ini diselenggarakan di SLB A YKAB Surakarta pada Jumat (2/7/2024). 

Acara implementasi Bersajak itu juga dihadiri perwakilan Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah angkatan 2024 dan perwakilan Himpunan Mahasiswa Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang mendukung program yang menyasar ke anak berkebutuhan khusus itu. 

Gemilang Dani Saputra mengatakan bahwa Sekolah Luar Biasa (SLB) A YKAB Surakarta menjadi tempat implementasi kedua krida Bersajak setelah SLBN Surakarta. Sekolah tersebut dipilih karena merupakan SLB yang dominan menerima siswa tunanetra walaupun tidak menutup kemungkinan tetap menerima siswa berkebutuhan khusus lain yang dapat mereka akomodasi.

“Kami melakukan implementasi kedua ini dengan memperbaiki evaluasi yang kami peroleh pada saat pelaksanaan pertama di SLBN Surakarta. Implementasi ini berjalan lebih kondusif jika dibandingkan dengan sebelumnya karena kami telah memperbaiki kekurangan yang ada,” ujar Dani di SLB A YKAB Surakarta pada Jumat (2/7).

Dani dan Oliv tetap membawa harapan besar yang sama dengan pelaksanaan implementasi sebelumnya. Keduanya berharap kegiatan implementasi krida duta bahasa itu memberikan dampak positif bagi anak-anak tunanetra di SLB A YKAB Surakarta. 

“Tujuan kami masih tetap sama. Kami akan selalu berusaha untuk meningkatkan literasi dan karakter cinta lingkungan kepada anak-anak tunanetra,” ungkap Oliv, sapaan akrab Olivia Firdaus. 

Sementara itu, Ibu Nanda, guru SLB A YKAB Surakarta, mengaku bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang sangat positif. Anak-anak mendapat cara baru untuk meningkatkan kemampuan literasi dan karakter cinta lingkungan mereka. Dalam kegiatan ini, dihadirkan enam siswa SLB A YKAB Surakarta yang memiliki keterbatasan penglihatan. 
“Ini sebuah inovasi yang sangat bagus. Kami juga siap untuk menggunakan laman Bersajak ini sebagai salah satu media pembelajaran di sekolah kami,” kata Nanda dalam kesempatan yang sama. 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini