Kelapa Segar Indonesia Tembus Pasar China, Bersaing dengan Thailand dan Vietnam
Foto: Xinhua
NYALANUSANTARA, Jakarta- Pada awal April 2025, Indonesia mencatat tonggak baru dengan berhasil mengekspor batch pertama kelapa segar seberat 200 kg ke China melalui jalur udara. Kehadiran kelapa asal Indonesia ini langsung mencuri perhatian para pencinta buah tropis di China, menambah keragaman pilihan di pasar yang selama ini didominasi produk dari Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Pasar kelapa di China mengalami pertumbuhan pesat. Di berbagai pusat perbelanjaan dan layanan daring, produk olahan kelapa seperti santan, es krim, dan minuman berbasis kelapa semakin mudah ditemukan. Menurut laporan dari Zero Power Intelligence Group, permintaan kelapa di China mencapai sekitar 4 miliar buah per tahun, termasuk 2,6 miliar buah kelapa segar. Sayangnya, produksi domestik hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen dari kebutuhan tersebut, membuka peluang besar bagi negara-negara tropis, termasuk Indonesia.
Dominasi Thailand dan Persaingan Ketat
Thailand masih menjadi pemain utama dalam ekspor kelapa ke China, dengan volume sekitar 341.000 ton dari total 921.000 ton impor pada tahun 2024. Kelapa jenis Nam Hom asal Thailand telah dikenal luas karena kualitasnya dan kehadirannya yang lebih awal di pasar China, menciptakan tingkat kepercayaan tinggi dari konsumen.
Chen Juanjuan, manajer perusahaan logistik di Guangxi, menjelaskan bahwa kelapa Thailand telah mapan dalam rantai pasokan China, termasuk produk-produk turunannya seperti santan dan minuman manis. Namun, industri kelapa Thailand menghadapi tantangan serius seperti cuaca ekstrem dan serangan hama, yang berdampak pada kestabilan hasil panen.
Di sisi lain, Vietnam juga aktif mengekspor kelapa ke China, memanfaatkan jalur darat melalui Pelabuhan Pingxiang yang menekan biaya logistik. Pada Oktober 2024, sebanyak 42 ton kelapa segar dari Vietnam berhasil masuk ke Guangzhou.
Meski masih baru di pasar China, kelapa Indonesia dinilai memiliki potensi besar. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya publikasi serta biaya transportasi yang relatif tinggi. Namun demikian, kapasitas produksi Indonesia yang besar serta kualitas kelapa yang dihasilkan dari metode tanam tradisional menjadi keunggulan tersendiri.
Chen Juanjuan menyatakan bahwa Indonesia, sebagai produsen kelapa terbesar di dunia, mampu menjamin pasokan kelapa segar yang stabil dalam jumlah besar, sebuah nilai tambah penting untuk pasar sebesar China.
Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua
Terkait
NYALANUSANTARA, Purbalingga – Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten…
NYALANUSANTARA, Semarang – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang…
Terkini
Sinemaku Pictures kembali mempersembahkan film drama emosional berjudul…
NYALANUSANTARA, SEMARANG – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, menegaskan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menorehkan…
CNPC Indonesia Sigap Memberikan Dukungan Darurat untuk PLTA Batang Toru dan Daerah Terdampak Bencana
NYALANUSANTARA, JAKARTA- CNPC Indonesia menunjukkan komitmen tinggi terhadap keselamatan…
NYALANUSANTARA, Semarang - PDAM Tirta Moedal Kota Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Dharma Wanita Persatuan atau DWP…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Yang Hansen akhirnya mencatat momen penting dalam…
NYALANUSANTARA, Banyumas - KAI menghadirkan promo tarif spesial…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memperkenalkan berbagai…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menjadi narasumber…
Komentar