Kepemimpinan Perempuan Masih Terkendala Sistem Sosial dan Ekonomi yang Diskriminatif
Renata memulai karier diplomatiknya pada tahun 1994, saat hanya tujuh dari 42 diplomat baru yang diterima di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) adalah perempuan. “Dulu, perempuan di dunia diplomasi sangat minim, bahkan dalam angkatan Bu Retno Marsudi, hanya ada delapan perempuan dari 70 orang,” katanya.
Di masa depan, ia berharap akan ada lebih banyak perempuan yang terinspirasi untuk memasuki dunia diplomasi dan menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing ditingkat global. Diplomasi membutuhkan perspektif yang beragam, dan perempuan memiliki peran kunci dalam memperkaya diskusi dan pengambilan keputusan.
“Perempuan harus saling mendukung dan menjadi inspirasi bagi sesamanya. Dengan solidaritas yang kuat, perempuan dapat membantu membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk mengambil peran kepemimpinan,” ungkapnya.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Jakarta- Universitas Paramadina adakan Wisuda Sarjana dan…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Universitas Paramadina bekerja sama dengan Institute…
Terkini
NYALANUSANTARA, KUDUS- Xiaomi melalui sub-mereknya, Redmi, mengonfirmasi bahwa seri…
NYALANUSANTARA, Semarang - Sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi,…
NYALANUSANTARA, KEDIRI- Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota memastikan…
NYALANUSANTARA, DEPOK- Vivo resmi meluncurkan Vivo X200T di pasar…
NYALANUSANTARA, Purbalingga – Tim Trauma Healing Polres Purbalingga…
NYALANUSANTARA, MUMBAI- Superstar Malayalam, Mohanlal, kembali membuat penggemar antusias…
NYALANUSANTARA, Semarang - Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim…
NYALANUSANTARA, PUNE- Ranbir Kapoor membagikan kabar terbaru terkait Animal…
NYALANUSANTARA, Semarang - Lapas Kelas I Semarang terus…
NYALANUSANTARA, MANILA- Sebuah video yang beredar luas di media…
NYALAUSANTARA, SENEGAL- Sosok Khaby Lame kembali mencuri perhatian publik…
Komentar