Gubernur Jateng Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Aksi Premanisme DC

Gubernur Jateng Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Aksi Premanisme DC

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

NYALANUSANTARA, Semarang– Guna menjaga kondusivitas wilayah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas aksi premanisme yang dilakukan oleh siapapun, termasuk petugas debt collector. Hal itu disampaikan Luthfi saat menanggapi insiden aksi penghadangan mobil oleh debt collector yang sempat viral di Semarang beberapa waktu lalu. 

“Penegakan hukum itu perlu untuk memberikan efek jera, agar kenyamanan dan keamanan di wilayah kita bisa terjamin, termasuk di titik-titik yang kemarin sempat terjadi persoalan,” kata Luthfi di kantornya pada Kamis 26 Februari 2026.   

Menurut dia, penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera dan menjaga rasa aman masyarakat.

Ia menekankan, Jawa Tengah harus mampu menghadirkan rasa aman dan kepastian hukum, karena hal tersebut berdampak langsung terhadap stabilitas sosial dan iklim investasi. “Kalau aspek penegakan hukum terpenuhi dan wilayahnya aman dari premanisme, tentu akan menarik,” katanya.

Menurut dia, praktik intimidasi atau tindakan melawan hukum dalam penagihan utang tidak boleh dibiarkan berkembang. “Premanisme dan tindakan-tindakan yang meresahkan harus kita hilangkan. Wilayah kita harus aman dan nyaman,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga mengingatkan, agar membangun komunikasi publik dengan baik,  untuk mencegah konflik antara masyarakat dan pihak pembiayaan.

Ia mengimbau masyarakat tetap tertib memenuhi kewajiban, sekaligus membuka ruang komunikasi apabila menghadapi kesulitan.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini