Dukung Penurunan AKI dan AKB, Pemkab Banyumas Gelar Gurih Mass
NYALANUSANTARA, Banyumas- Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas menggelar Gerakan Ibu Hamil Sehat Banyumas (Gurih Mass) dengan tema "Sehat Sejak Pra Kehamilan, Aman Saat Hamil, Selamat Ibu dan Bayi".
Kegiatan itu berlangsung pada Kamis (16/4/2026) di Pendopo Si Panji dan bertujuan untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah Kabupaten Banyumas.
Kegiatan yang dihadiri oleh 180 peserta ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pejabat struktural Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas, camat se-Kabupaten Banyumas, tim penggerak PKK, kepala puskesmas, ibu hamil bersama suami, hingga wanita usia subur.
Selain mendapatkan edukasi tentang kesehatan ibu dan anak, peserta juga menjalani layanan pemeriksaan kesehatan dan penguatan komitmen dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Acara ini juga diisi dengan senam ibu hamil, talkshow interaktif bersama narasumber dari POGI, PERSAGI, dan Dinas Kesehatan.
Momen haru hadir pada sesi Opening Heart yang bertajuk “Jangan Sampai Terulang, Suara Suami untuk Banyumas”. Sesi ini menampilkan kisah nyata seorang suami yang kehilangan istrinya akibat komplikasi kehamilan, menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap kesehatan ibu hamil.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon (AMPSR) tahun 2025. Meskipun pelayanan kesehatan sudah menunjukkan hasil yang baik, tantangan besar masih ada dengan tercatatnya 14 kasus kematian ibu pada tahun 2025. Angka kematian ibu sebesar 85,64 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi sebesar 12,79 per 1.000 kelahiran hidup masih menjadi perhatian utama. Selain itu, terdapat 5.181 ibu hamil berisiko tinggi, dengan faktor dominan usia di atas 35 tahun, anemia, serta preeklamsia.
Inovasi RAOS (Risiko Aja Ora Skrining), yang diintegrasikan dalam aplikasi SiBesti, hadir sebagai alat deteksi dini risiko kehamilan. Program ini tidak hanya ditujukan untuk ibu hamil, tetapi juga untuk wanita usia subur, pasangan usia subur, dan calon pengantin.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan bahwa lebih dari 90% kasus kematian ibu bisa dicegah melalui deteksi dini dan persiapan sebelum kehamilan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan ibu hamil bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga tanggung jawab keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Selain itu, ia juga menyampaikan komitmen penuh pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat dengan meningkatkan anggaran BPJS untuk masyarakat sebesar 105 miliar rupiah pada tahun 2026, yang sebelumnya hanya sebesar 47 miliar rupiah.
Sadewo berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu hamil, sehingga Banyumas dapat menjadi daerah yang lebih sehat, dengan ibu hamil merasa aman, bayi lahir selamat, dan keluarga hidup sejahtera.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Tegal- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga…
Terkini
Kuliah Umum Food Tech UDB Surakarta: Sinergi Agribisnis dan Teknologi Pangan untuk Kedaulatan Pangan
NYALANUSANTARA, Surakarta - Di tengah tantangan pangan global,…
NYALANUSANTARA, Bandar Lampung- PSIM Yogyakarta akan menghadapi laga…
NYALANASANUSA, Slawi- Pemerintah Kabupaten Tegal terus berupaya meningkatkan…
NYAlANUSANTARA, Gunungkidul- Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),…
NYALANUSANTARA, Kulon Progo- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menggelar…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menegaskan komitmennya…
NYALANUSANTARA, Semarang - Rangkaian serah terima jabatan (sertijab)…
NYALANUSANTARA, Salatiga – Kanwil Kemenkum Jateng bekerja sama…
NYALANUSANTARA, Pekalongan- Tim Pembina Posyandu Kota Pekalongan menggelar…
NYALANUSANTARA, Kulon Progo- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus…
Komentar