Wali Kota Semarang Soroti Progres Pembangunan RSUD KRMT Wongsonegoro Jelang Akhir Tahun 2023

Wali Kota Semarang Soroti Progres Pembangunan RSUD KRMT Wongsonegoro Jelang Akhir Tahun 2023

semarangkota.go.id

NYALANUSANTARA, Semarang - Menjelang akhir tahun 2023, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menekankan pentingnya fokus pada tahapan pembangunan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

Tujuannya adalah untuk memastikan kelangsungan pembangunan sesuai target dan administratif secara akurat. 

Salah satu proyek utama yang menjadi sorotan adalah pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro Semarang.

Dalam pernyataannya pada Selasa (21/11/2023), Mbak Ita, panggilan akrab Wali Kota Semarang, mengungkapkan bahwa pembangunan IGD dan ruang onkologi di RSWN sedang berlangsung. Dia berharap agar proyek ini dapat selesai tepat waktu, yaitu pada akhir tahun 2024.

"Saat ini di RSWN sedang dilakukan pembangunan IGD dan ruang onkologi atau kanker. Tentunya kita berharap akhir tahun 2024 ini sudah bisa diselesaikan," kata Mbak Ita sapaan akrabnya, Selasa (21/11/2023).

Mbak Ita menyoroti pentingnya progres pembangunan IGD dan Ruang Rawat Inap berada pada jalur yang benar dan mencapai target yang telah ditetapkan. 

"Kami selalu siap dalam penyediaan fasilitas kesehatan. Untuk itu saya minta agar progres pembangunan di RSWN ini bisa tepat waktu untuk dioperasionalkan," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro, Eko Krisnarto, menjelaskan bahwa pada tahun 2023, dua bangunan sedang dibangun di RSWN. Satu di antaranya adalah IGD lantai 2 tahap II, sedangkan yang lainnya adalah gedung rawat inap 12 lantai. 

Eko menegaskan bahwa proyek IGD menghabiskan anggaran sebesar Rp 12,3 miliar, sebagian besar didanai oleh BLUD ditambah APBD Pemkot Semarang.

"Ada dua, satu yakni IGD lantai 2 tahap II, karena tahap I tahun 2022 sudah selesai lima lantai. Dan satunya lagi ada pembangunan rawat inap 12 lantai," kata Eko. 

Untuk gedung rawat inap 12 lantai, tahap pertama konstruksi, Eko mengatakan bahwa anggaran Rp 50 miliar telah dialokasikan dari APBD Kota Semarang. 

Progres konstruksi telah mencapai 95 persen, dan diharapkan selesai pada Desember 2023. Untuk tahap II, diperkirakan akan memerlukan dana sebesar Rp 100 miliar dari APBD (Rp 70 miliar) dan BLUD (Rp 30 miliar) pada tahun 2024.

"Tahap pertama konstruksi sudah hampir selesai atau progresnya mencapai 95 persen, tinggal ini finishing. Sesuai target, Desember 2023 ini konstruksi gedung rawat inap 12 lantai selesai," imbuhnya. 

Eko menambahkan bahwa ruangan instalasi rawat inap 12 lantai tersebut sedang dibangun sebagai langkah antisipasi terhadap program Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). 

Ruangan ini akan menerima pasien kelas 1, 2, dan 3, sementara pasien VIP dan Presiden Suite akan masuk kategori Non Standar.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini