Bulog Prioritaskan Pengadaan CBP 4 Juta Ton demi Jaga Swasembada Pangan 2026

Bulog Prioritaskan Pengadaan CBP 4 Juta Ton demi Jaga Swasembada Pangan 2026

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa penguatan strategi pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4 juta ton menjadi fokus utama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional, sebagaimana ditekankan Presiden Prabowo Subianto.

Rizal menyampaikan bahwa target penyerapan CBP pada 2026 ditetapkan sebesar 4 juta ton, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 3 juta ton. Oleh karena itu, Bulog melakukan perencanaan sejak dini agar target tersebut dapat tercapai secara optimal.

“Pada 2025 targetnya 3 juta ton, sementara di 2026 naik menjadi 4 juta ton. Karena itu kami menyiapkan perencanaan seawal mungkin agar target ini bisa dicapai tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah,” ujar Rizal saat memimpin Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bulog bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan, Rakernas yang dihadiri seluruh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Bulog tersebut berlangsung selama dua hari, Minggu hingga Senin (11–12 Januari), sebagai ajang konsolidasi kebijakan serta kesiapan organisasi dalam menghadapi target penguatan pangan nasional sepanjang 2026.

Rizal menambahkan, Bulog terus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan yang mendapat apresiasi luas dari para pemangku kepentingan.

Ia menekankan bahwa strategi utama Bulog dalam menjaga swasembada pangan adalah melalui kolaborasi pentahelix, yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, akademisi, serta petani sebagai aktor kunci di lapangan.

“Bulog tidak bekerja sendiri. Kami didukung oleh seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, swasta, maupun para petani di seluruh Indonesia,” kata Rizal.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini