Minat Berbeda Tujuan Sama, Kisah Inspiratif Si Kembar Asal Surabaya Lolos SNBP UNAIR

Minat Berbeda Tujuan Sama, Kisah Inspiratif Si Kembar Asal Surabaya Lolos SNBP UNAIR

Sosok Saudara Kembar yang lolos SNBP UNAIR. Mia Ramadhani (sebelah kiri) dan Nia Ramadhani (sebelah kanan)

NYALANUSANTARA, Surabaya  - Sorot mata penuh harapan dan senyuman merekah menghiasi wajah dua sosok kembar asal Surabaya, Mia Ramadhani dan Nia Ramadhani. 

Keduanya telah menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil melangkah ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada Selasa (26/3/2024).

Mia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kesuksesan mereka. "Kami hanya dapat mengucapkan syukur saat pengumuman tersebut keluar. Rasanya tidak dapat terungkap dengan kata-kata. Akhirnya, impian kami sejak kecil dapat terwujud pada tahun ini," ujar Mia.

Salah satu faktor yang memotivasi mereka untuk memilih UNAIR sebagai tujuan pendidikan adalah keberhasilan kakak mereka yang merupakan alumni UNAIR. 

Menurut Mia, kakak mereka telah memberikan cerita-cerita inspiratif tentang pengalaman belajarnya di UNAIR yang mendorong mereka untuk mengikuti jejaknya.

Meskipun dari keluarga yang tidak beruntung secara finansial, keterbatasan itu tidak menjadikan Mia dan Nia menyerah. 

Mereka mengaku tidak memiliki akses ke bimbingan belajar yang mahal, tetapi mereka memanfaatkan sumber daya yang ada, seperti platform Youtube, untuk memperoleh materi tambahan. 

Kompak belajar bersama dan saling memberikan dukungan satu sama lain, menjadi kunci kesuksesan mereka.

Kembar, tetapi memiliki minat yang berbeda. Mia tertarik pada ilmu ekonomi, sementara Nia memiliki minat yang besar dalam isu-isu politik dan pemerintahan. 

Keduanya akhirnya memilih program studi yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing, Mia memilih S1 Akuntansi dan Nia memilih S1 Ilmu Politik di UNAIR.

Kesuksesan mereka tidak lepas dari dukungan penuh orang tua dan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan mereka, termasuk guru dan konselor di SMA Negeri 3 Surabaya. 

"Tentu, kesuksesan kami saat ini merupakan hasil dari doa dan dukungan kedua orang tua kami yang terus mengiring kami hingga di UNAIR. Terima kasih Pak, Bu, atas segala doa dan dukunganmu," ungkap mereka dengan tulus.

Kisah inspiratif Mia dan Nia Ramadhani ini tidak hanya menjadi cerminan ketekunan dan semangat juang mereka, tetapi juga menyiratkan bahwa dengan tekad yang kuat, setiap rintangan dapat diatasi menuju impian yang lebih tinggi. 

Semoga kisah mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak pernah menyerah dalam meraih cita-cita.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini