Gubernur Luthfi: Panen Raya di Jateng Bulan Januari-Maret
"Saking berurutan seperti sepur atau kereta. Ini mempersingkat waktu. Jadi panen-tanam, panen-tanam. Sistem ini untuk optimalisasi lahan. Petani di sini susah kami latih," katanya.
Sistem sepur ini dapat mempersingkat dan menghemat waktu dan lahan sampai sekitar 90 persen dibandingkan dengan pengolahan manual. Misal, untuk lahan seluas 2 hektare, pengolahan menggunakan sistem sepur dan alat mekanis tersebut bisa selesai dalam satu hari. Kalau menggunakan tenaga manual bisa sampai 10 hari.
"Ubinan juga sudah kami lakukan dengan ukuran 25 meter persegi, hasil rata-rata 6 ton per kotak ubinan. Jika maksimal, satu hektare bisa mencapai rata-rata 9,6 ton. Ini tergantung dengan irigasi, pemupukan, dan pembibitan juga," jelasnya. (*)
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa…
NYALANUSANTARA, Banjarnegara– Kabupaten Banjarnegara, yang dikenal sebagai salah…
Terkini
NYALANASANUSA, Slawi- Pemerintah Kabupaten Tegal terus berupaya meningkatkan…
NYAlANUSANTARA, Gunungkidul- Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),…
NYALANUSANTARA, Kulon Progo- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menggelar…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menegaskan komitmennya…
NYALANUSANTARA, Semarang - Rangkaian serah terima jabatan (sertijab)…
NYALANUSANTARA, Salatiga – Kanwil Kemenkum Jateng bekerja sama…
NYALANUSANTARA, Pekalongan- Tim Pembina Posyandu Kota Pekalongan menggelar…
NYALANUSANTARA, Kulon Progo- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus…
NYALANUSANTARA, Banyumas- Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Kesehatan…
NYALANUSANTARA, Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya…
Komentar