Hati-hati! Anabul Kesayangan pun bisa stres dan Terancam Hipotermia Saat Banjir

Hati-hati! Anabul Kesayangan pun bisa stres dan Terancam Hipotermia Saat Banjir

NYALANUSANTARA, Semarang- Puncak musim hujan memang belum tiba, tapi di beberapa wilayah perkotaan sudah direndam banjir. Bagi penyayang dan pemilik hewan peliharaan (pet owner) seperti anjing atau kucing hal itu akan menjadi pemikiran, bagaimana menghindarkan anabulnya dari banjir atau genangan air.

"Ketika musim hujan tiba dan mengalamiy banjir atau terdapat genangan air, anabul sangat rentan mengalami stres, hipotermia dan berbagai penyakit yang serius," kata drh. Ria Utami, praktisi Animal Center Drh. Nugroho, Semarang Jumat 7 November 2025.

Beberapa hal perlu diperhatikan ketika datang hujan dengan intehsitas tinggi, yaitu menyiapkan boks atau ruangan di tempat tinggi dan aman. Di rumah bisa disediakan tas darurat anabul berisikan obat-obatan dan makanan.

Bagaimana tindakan selanjutnya?
Yang pertama langkah evakuasi hewan. Segera evakuasi hewan peliharaan ke tempat yang aman jika banjir datang. Jauhkan dari bahaya. Pastikan hewan tidak berada di dekat arus  air banjir yang terkontaminasi, kabel listrik yang jatuh, atau puing-puing berbahaya.

Ciptakan ruang aman dengan sediakan kandang atau ruang kecil yang nyaman dengan makanan, air, dan mainan untuk membantu hewan merasa lebih tenang.

Pantau kondisi kesehatan hewan dengan perhatikan tanda-tanda stres seperti gemetar atau terengah-engah

Jangan mengikat hewan peliharaan saat evakuasi agar mereka bisa menyelamatkan diri jika terpisah dari pemilik.

Dalam kondisi setelah banjir, bersihkan dan keringkan hewan. Setelah evakuasi, keringkan tubuh hewan agar tidak kedinginan.

Beri makan dan minum perlahan. Jangan langsung memberikan banyak makanan, berikan secara perlahan agar pencernaan mereka tidak kaget.

Hangatkan tubuh: Pastikan suhu ruangan tempat hewan berada hangat. Anda bisa menggunakan lampu pijar atau botol berisi air panas yang dibungkus handuk.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini